oleh

Persaingan Masuk PPDB Semakin Ketat, 3 SMA Unggulan Palembang Terbuka Untuk Siswa Nasioal

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Disdik Sumsel) ajukan diskresi terhadap tiga SMA negeri di Palembang.
Tiga sekolah tersebut antaralain SMAN 1, SMA Plus 17 dan SMA Sumsel. Untuk tidak menerapkan Permendikbud No 44/2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur zonasi.

“Kita ajukan mereka (tiga sekolah) tersebut untuk membuka PPDB tak terbatas hanya dari SMP/Mts di Sumsel saja, bisa dari luar daerah. Seperti SMA Plus 17, telah masuk daftar siswa dari Aceh, Bengkulu, Lampung, Pekanbaru, Cilacap dan sebagainya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Riza Fahlevi MM saat dibincangi usai webinar era digital di kantor Disdik Sumsel. Rabu (27/1/2021).

Seban, Riza menganggap, tiga sekolah tersebut memiliki desain sekolah unggulan yang membanggakan Sumsel, yang telah menerapkan kurikulum nasional dan kurikulum Cambridge university.

“Tanpa mengesampingkan sekolah lain, Supaya tidak menyalahi aturan, sistem tersebut diperkuat dengan Pergub No 9/2020 tentang PPDB, tiga sekolah ini yang melakukan penerimaan lebih awal, Sementara untuk SMA lain, tetap mengacu pada Permendikbud No 44/2019 tentang PPDB melalui jalur zonasi dengan dua konsep,” imbuhnya.

Sambung Riza, ada 27 SMA rujukan di Sumsel seperti SMA 2, SMA 3, SMA 4, SMA 5 dan SMA 6 dengan pembagian 30 persen zonasi, 50 persen tes, 15 persen afirmasi dan 5 persen untuk siswa pindahan atau mutasi.Sedangkan 300 SMA lain berlaku kebalikanya, 50 persen zonasi, 30 persen tes, 15 persen afirmasi dan 5 persen untuk siswa pindahan.

“Kebijakan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan dari banyak hal, mulai dari kultur yang berbeda, kemudian dengan zonasi malah sekolah pinggiran minim bahkan kosong. Zonasi dikecualikan untuk sekolah yang mempunyai layanan khusus misalnya asrama, seperti yang ditetapkan Kemendikbud” tutupnya.

Sementara itu, Kepala SMA Plus 17 Palembang, Dra Hj Purwiastuti K MM mengatakan, seleksi PPDB sekolahnya tanpa rayonisasi, menerapkan jalur tes penelusuran minat prestasi akademik (PMPA) dan jalur mandiri Computer Based Test (CBT)

“peserta mengisi data formulir di website www.sman17plg.sch.id, setelah mengisi formulir serahkan berkas ke panitia kami di sekolah untuk mendapat verifikasi. Setelah itu baru mendapatkan satu lembar print out hasil verifikasi dan nomor tes potensi akademik (TPA),” jelasnya.

Kepsek Purwiastuti menjelaskan, adapun syarat siswa baru, berusia 17 tahun pada maksimal 17 juli 2021. Dibuktikan dengan kartu keluarga (kk) dan akta kelahiran dilegalisir, Memiliki nilai rata-rata komulatif 86 untuk calon peminat MIPA dan IPS menyerahkan formulir yang telah diisi, foto coffee rapor SMP/Mts semester 1-5, menunjukkan rapor asli saat verifikasi, pas foto 4 lembar ukuran 3×4 cm.

“Tidak ada pungutan biaya pada penerimaan ini. Pelaksanaan tes berlangsung pada 8-10 Febuari mendatang, sama seperti sekolah lainnya dengan menerapkan sistem rangking,” pungkasnya. (Bim)

Komentar

Berita Lainnya