oleh

Persiba Batal Ikat Budi

JAKARTA – Persiba Balikpapan sementara melepas Slamet Budiono. Tim berjuluk Beruang Madu mengembalikan winger kanan kelahiran 15 Mei 1995 itu untuk menyelesaikan masalahnya dengan Sriwijaya FC. Ini menyusul klaim dari manajemen klub bahwa pemain yang musim lalu dipinjamkan ke PSS Sleman itu masih berstatus pemain tim berjuluk Laskar Wong Kito setelah masa peminjaman kadaluarsa.

“Kami sebenarnya sudah menyambut dengan kontrak saat Slamet Budiono datang ke Balikpapan. Tapi menyusul klaim dari manajemen Sriwijaya FC, kami harus menundanya. Kami tidak mau mengontrak pemain bermasalah. Jadi kami minta dia kembali ke Palembang untuk menyelesaikan masalahnya dulu dengan Sriwijaya FC,” ungkap Manajer Persiba Balikpapan Alwi Al Qadier ketika dihubungi Kamis (7/2).

Winger yang karib disapa Budi ini memang ikut latihan seleksi dengan Persiba di Balikpapan sejak 5 Februari lalu. Dia ke Balikpapan saat rekan setimnya di Sriwijaya FC berjuang mengamankan tiket 16 besar Piala Indonesia 2018/2019 melawan PS Keluarga USU Medan di Medan. Budi memang tidak bisa main saat leg kedua Babak 32 Besar Piala Indonesia di Medan karena hukuman kartu merah yang diterimanya pada laga leg pertama lalu. Namun perilaku Budi ini membuat manajemen kesal karena tenaga Budi masih dibutuhkan tim di turnamen antarklub tiga kasta kompetisi Indonesia ini. Apalagi Sriwijaya FC lolos 16 Besar.

Jika menoleh ke belakang, ini bukan kali pertama Sriwijaya FC dan Persiba rebutan pemain. Pada 2014 lalu, Sriwijaya FC pernah mengontrak pemain Persiba, yaitu Syakir Sulaiman. Saat dikontrak, Syakir ternyata sudah menerima uang down payment (DP) dari manajemen Persiba. Syakir pantas diperebutkan karena musim sebelumnya gelandang berdarah Aceh ini berstatus pemain muda terbaik di Indonesia Super League 2013.

Kasus ini akhirnya diputus Komisi Disiplin PSSI. Sriwijaya FC dinyatakan berhak atas Syakir, namun Syakir harus membayar denda sebesar Rp25 juta dan hukuman larangan bermain di tiga pertandingan atas tindakan tidak terpujinya tersebut.

“Kami tidak ingin kejadian itu terulang dan kami juga gak mau dicap sebagai klub perebut pemain orang. Jadi kami ingin semua baik-baik karena kami ingin fokus berjuang di 2019 menuju Liga 1 pada 2020 nanti,” ungkap Alwi.

Dikatakan Alwi, keseriusan Persiba kembali ke Liga 1 pada 2020 ditunjukkan dengan persiapan tim lebih awal. Di saat klub Liga 2 masih tidur pulas, tim berjuluk Beruang Madu sudah gelar seleksi pemain. Bahkan, Alwi mengklaim sudah mengantongi 18 pemain sebagai kerangka tim. Mereka masih mencari lima sampai enam pemain lagi untuk melengkapi kuota pemain di Liga 2. “Tempat kami di Liga 1, jadi kami akan serius persiapkan diri agar bisa kembali ke Liga 1 musim 2020,” tukasnya. (kmd)

Komentar

Berita Lainnya