oleh

Persija – Arema Batal Melantai di Bursa

Sumeks.co – Persija Jakarta dan Arema FC sebenarnya sudah berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Rencana itu disusun sejak 2019.

Mengikuti langkah Bali United yang lebih dulu melepas sahamnya ke publik. Namun sayang, rencana go public gagal terlaksana. Pandemi korona yang meluluhlantakkan sektor ekonomi plus tidak adanya kejelasan kompetisi membuat dua klub Liga 1 itu menunda mencatatkan diri di bursa.

Presiden Klub Persija Mohamad Prapanca membenarkan hal tersebut. Dia menuturkan, rencana IPO memang belum bisa direalisasikan tahun ini. Bahkan, untuk tahun 2021 mendatang, rencana tersebut juga masih akan dimatangkan sambil melihat kondisi yang ada. Alias dengan perhitungan yang sangat hati-hati.

Namun, Prapanca menegaskan rencana itu tetap ada. Artinya, keinginan manajemen melepas saham ke publik akan tetap direalisasikan. Entah tahun depan atau 2022. ’’Saat ini masih dalam tahap diskusi level manajer, level direksi, apakah kita lanjutkan pada tahun depan (2021) atau tidak,’’ jelasnya.

Prapanca menerangkan, ada tiga hal krusial yang akan dilihat untuk jadi pertimbangan melepas saham tahun depan. Yang pertama adalah kondisi sepak bola Indonesia. Tentu, pihaknya tidak ingin gambling dengan melepas saham ketika kompetisi pada Februari mendatang belum jelas.

Yang kedua adalah kondisi ekonomi Indonesia. Pandemi korona sudah membuat aktivitas jual beli saham lesu. Lantas, yang terakhir adalah perkara antusiasme suporter.

Manajemen Macan Kemayoran menyadari, pandemi pasti bakal berdampak pada lesunya pembelian saham oleh buyer. Terutama suporter Macan Kemayoran. Suporter pastinya lebih mendahulukan kebutuhan hidup sehari-hari. ’’Jadi, kami lebih memilih menunggu,’’ tuturnya.

Itu serupa dengan pemikiran Arema FC. Media Officer Arema FC Sudarmaji mengatakan, rencana Singo Edan untuk masuk bursa ditunda sementara. ’’Alasannya karena situasi Covid dan tidak ada kompetisi, ’’ ucapnya.

Keputusan itu dinilai realistis. Artinya, klub tidak ingin merugi di bursa saham karena situasi masih tidak jelas. ’’Jadi, kami berpikir panjang ke depan, terkait keuntungan dan risiko,’’ ungkapnya.(jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya