oleh

Pertahankan Bisnis LNG, 100 Persen untuk Negara! 

Ratusan pekerja Pertamina dalam SPP RU III Plaju yang tergabung dalam FSPPB ‘Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu’ hari ini, Kamis (25/7/2019) menggelar aksi di depan kilang Pertamina Refinery Unit III, Plaju, Palembang.

Dalam keterangan persnya, Ketua Umum Serikat Pekerja RU III, Muhammad Yunus menegaskan bahwa Pertamina adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang punya tugas penting mengelola minyak dan gas di sektor hulu dan hilir. 

“Itu untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat,” tegasnya saat membacakan rilis FSPPB yang ditandatangani presidennya, Arie Gumilar. 

“Jadi kita minta tolong kepada rekan media, kita harus pertahankan bisnis LNG, 100 persen untuk negara, ” ujarnya bersemangat.

“Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ulasnya lagi. 

Sejak 62 tahun yang lalu, Pertamina telah membuktikan eksistensi dan dedikasinya dalam pengelolaan migas, sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan energi nasional.

“Produksi LNG Indonesia saat ini sebesar 16 MT sekitar 7 % LNG dunia. Indonesia menjadi eksportir LNG terbesar kelima, setelah Qatar, Malaysia, Australia dan Nigeria,” paparnya.

Bahkan, kapasitas kilang LNG Indonesia sebesar 28,7 MTPA artinya masih ada potensi untuk meningkatkan penjualan dari hasil produksi.

“Baik itu untuk domestik maupun pasar ekspor. Pangsa pasar export LNG Indonesia adalah kawasan Asia Pasifik dan Amerika Utara”.

Negara importir pengguna LNG kita adalah Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan, Mexico, Thailand, India dan UEA. 

Pasokan LNG ke pasar dunia meningkat sekitar 12% per tahun. Volume perdagangan LNG tahun 2017 meningkat menjadi 293,1 MT atau meningkat sebesar 35,2 MT dari tahun 2016.

Selanjutnya, pertumbuhan pasokan LNG merupakan respon terhadap pertumbuhan pasar di Asia untuk memenuhi permintaan China dan Korea Selatan.

Kedepan kebutuhan gas akan semakin besar seiring dengan kepedulian lingkungan dan perubahan pola pasar atau pemain LNG Dunia. 

Namun, lanjutnya, saat ini terjadi crossing pola bisnis LNG dan semakin berkembangnya penjualan secara spot basis serta future trading.

“Sehingga menjadi portofolio player lebih mudah karena memiliki flexibilitas,” tandasnya. (jul) 

Komentar

Berita Lainnya