oleh

Pesan Pak Parno, Kalau Ingin Sukses, Dik Kamu Harus Kerja Keras

SAYA mengenal bapak H Suparno Wonokromo, setelah bergabung dengan Harian Pagi Linggau Pos pada tahun 2001. Sebagai Calon Wartawan atau CW. Begitu manajemen menyebut jenjang redaksi di koran lokal yang awalnya dicetak hitam putih 8 halaman, dan dikirim dari Bengkulu. Karena saat itu Linggau Pos dicetak di percetakan Semarak Bengkulu.

Linggau Pos merupakan pioner koran lokal di Sumatera Ekpres Group. Koran yang pertama kali ada di 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumsel. Artinya hampir 20 tahun lalu telah terbit. Kenangan pun membuncah kembali dipikiran saya mengenai sosok pak Parno, biasa kami menyebut pria yang berpenampilan sederhana tetapi sangat luar biasa dalam manajemen perusahaan.

Linggau Pos sendiri terbit perdana 12 Februari 2001 dengan selogan ‘Pertama dan Terbesar di Bumi Silampari’ merupakan anak perusahaan Sumatera Ekpres di Palembang. Di koran lokal yang penyebaran di tiga wilayah Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, dan Kabupaten Musi Rawas Utara, saya bekerja di bagian redaksi. Saat itu pucuk pimpinannya adalah Solihin menjabat Pimpinan Perusahaan, Warga Purtanto menjabat Pemimpin Redaksi. Sementara pak Parno, demikian kami biasa menyapa beliau, merupakan pemilik modal dari perusahaan PT Wahana Semesta Linggau. Selaku penerbit Linggau Pos.

Sebenarnya saya sudah pernah mendengar nama pak Parno. Sebab Kak Solihin, saya menyebut nama PP kami dulu demikian adanya, sering memberitahu kepada kami siapa beliau. Kalau nanti pada saat rapat evaluasi grup, Pak Parno akan mampir ke kantor Linggau Pos yang sederhana. Maklum saat itu dari tahun 2001 sampai 2005, Linggau Pos mengontrak di ruko dua lantai di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Jawa Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Meski dengan fasilitas terbatas, tapi kami kru Linggau Pos tetap semangat saat bekerja.

Nah, di sinilah menariknya. Pak Parno kerap datang ke kantor kami. Ditemani sopir pribadi dan kendaraannya, ia datang menemui kami. Pak Parno memberikan wejangan. Dan terkadang mengedit berita di ruang redaksi. Tangannya begitu cepat sekali mengetik, dan gaya bicaranya sangat cepat tetapi teratur. Saya terkesan sekali dengan pak Parno. Ia selalu memberikan motivasi pada kami khususnya di keredaksian. Bagaimana membuat berita yang ‘menjual’ dan disukai pembaca.

Dan, hal yang mengharukan. Saat pak Parno datang. Biasanya ia mengajak seluruh karyawan karyawati Linggau Pos makan malam bersama di California Fried Chicken (CFC) di sebelah Royal Hotel. Kami menyantap ayam goreng bersama-sama dalam satu meja. Tahu sendiri kan ayam CFC saat itu termasuk makanan mewah. Pak Parno membaur bersama kami, sembari menyantap menu makanan lezat di lidah tersebut. Ia berucap pada kak Solihin dan Pak Wargo dan kami tentunya, dengan sapaan Dik. Kesan itu selalu saya kenang. Seorang pimpinan tertinggi di Sumeks makan bersama kami yang bekerja di koran daerah.

Lantas kenangan apa yang membekas di hati saya saat bertemu pak Parno lainnya? Ya, pak Parno memberikan spirit kalau ingin sukses, harus bekerja keras. Pesan ini disampaikannya di atas motor. Kok bisa? Begini ceritanya. Pada kunjungan pak Parno ke kantor kami setelah pulang dari Bengkulu, ternyata tak ada mobil travel yang bisa membawanya pulang ke Palembang. Ia pun meminta agar naik Kereta Api saja. Saat itu waktu tinggal 30 menit lagi, dan kebetulan saya berada di sana. Maka diminta untuk mengantar pak Parno ke stasiun KA Lubuklinggau. Jaraknya sekitar 5 Km dari kantor. Pak Parno pun naik motor Shogun yang merupakan inventaris kantor. Saya nggak menyangka bisa membawa big bos besar Sumeks. Naik motor menuju ke stasiun KA. Meski tidak terlalu banyak bicara, hanya satu pesan pak Parno saat di atas motor. Ia berkata,” Kalau ingin berhasil, dik kamu harus kerja keras, kerja keras!” ucap pak Parno.

Wah saya selalu ingat sampai sekarang pesan beliau. Setelah tiba di stasiun maka Pak Parno pun masuk ke peron. Saya hanya tertegun. Tak menyangka kata ‘kerja keras’ dari pak Parno itu, selalu memotivasi saya dalam bekerja. Terima kasih pak Parno yang sederhana tapi sangat pintar ini. Semoga husnul khotimah. Aamiin. (Budi Santoso, S.Ag—GM Silampari TV)

Komentar

Berita Lainnya