oleh

Pesan Perpisahan Konjen AS Dicibir Warganet Tiongkok

BEIJING – Maksud hati menyampaikan pesan perpisahan yang disampaikan jajaran Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Chengdu, malah mendapat sejumlah respons negatif dari kalangan warganet Tiongkok, Senin (27/7). Beberapa warganet bersorak atas penutupan resmi konjen tersebut, sedangkan yang lain berharap Presiden AS Donald Trump mengambil pelajaran dari kebijakan itu.

“Hari ini kami mengatakan selamat tinggal kepada Konsulat Jenderal di Chengdu. Kami akan merindukanmu selamanya,” demikian unggahan Kedubes AS di Tiongkok yang mengiringi video pendek sejarah Konjen Chengdu di akun Weibo.

Video tersebut diunggah satu jam setelah konsulat tersebut ditutup secara resmi, sesuai permintaan Pemerintah Tiongkok. Tiongkok mengeluarkan keputusan itu sebagai tindakan balasan atas permintaan AS agar Tiongkok menutup konjennya di Houston. Aksi saling meminta penutupan konsulat jenderal memanaskan hubungan kedua negara ekonomi terbesar di dunia itu.

“Kami tidak merindukan kalian semua karena kalian terlalu hipokrit,” demikian bunyi pesan seorang warganet Tiongkok, membalas pesan Kedubes AS.

“Munafik! Kalian yang mengawali konflik diplomatik ini!!” tulis warganet lainnya, yang dikutip Global Times. Video tersebut menunjukkan ruang lingkup pelayanan Konjen AS di wilayah Tiongkok bagian barat daya, termasuk Daerah Otonomi Tibet, yang mereka sebut mampu membangun rasa saling mengerti bersama warga Tibet.

Penyebutan warga Tibet itu juga memicu kemarahan para warganet Tiongkok.

“Tunggu dulu! Di satu pihak disebutkan ‘warga Amerika’ lalu ‘warga Yunnan/Guizhou/Sichuan/Tibet’. Saya tidak percaya Anda, tidak bisa mengerti, dan tidak punya kepekaan terhadap politik Tiongkok. ‘Warga Amerika seharusnya paralel dengan ‘warga Tiongkok’, bukan dengan warga dari berbagai daerah berbeda di Tiongkok,” demikian diungkapkan warganet.

Konjen AS di Chengdu tutup secara resmi tepat pukul 10.00 waktu setempat (09.00 WIB) atas permintaan pemerintah Tiongkok. Pihak berwenang Tiongkok kemudian masuk melalui pintu depan dan mengambil alih premis kantor perwakilan AS itu, menurut pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri Tiongkok (MFA) yang diterima ANTARA, Senin. (ant/dil/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya