oleh

Pesbukers Ramadan Bermasalah, Raffi Ahmad Bagikan Momen Pertemuan dengan MUI

PRESENTER Raffi Ahmad mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI). Momen tersebut dibagikannya via akun Instagramnya, Kamis (30/5/2019).

“Terimakasih Kepada yang terhormat Majelis Ulama Indonesia atas masukan dan arahan yang postif sebagai Tabayun saya dihari ini agar menjadikan koreksi ke depan untuk kami menjadi lebih baik 🙏,” tulisnya.

Kedatangan Raffi ini ditengarai kasus teguran keras MUI atas tayangan Persbuker Ramadan, yang diminta setop tayang lantaran dinilai tak sesuai makna Ramadan.

Unggahan Raffi inipun direspon oleh fansnya. Mereka satu suara meminta agar Raffi keluar dari acara yang telah bertahun-tahun diikutinya itu.

“Semoga setelah ini keluar dari acara itu ya, kasihan selalu jadi tumbal yangharus selalu ada did epan ketika acara itu ada masalah,” komen @sweetrans.

“Alhamdulillah, tapi lebih baik Raffi enggak di Pesbuker lagi,” komen @enis_ena21.

Sementara itu, GM Marketing Communication ANTV, Monica Desideria, mengatakan pihaknya sangat memperhatikan teguran MUI tersebut. Bahkan pihak televisi sudah menerima surat teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk kemudian ditindaklanjuti. “Surat dari KPI sudah diterima bagian Corporate Communication melalui Bagian Regulatory siang ini,” ujarnya dalam keterangannya kepada MUI.OR.ID, laman resmi MUI.

Monica memastikan, pihak ANTV akan melakukan evaluasi terhadap program Pesbukers. Mereka berjanji akan segera memperbaiki adegan yang ditampilkan dalam program Pesbuker agar layak disajikan selama Ramadhan. “Kami akan melakukan perbaikan atas masukan program Pesbukers tersebut. Akan segera kami eksekusi secepatnya,” kata Monica Desideria.

Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, KH Masduki Baidlowi, mengatakan tayangan yang dibintangi Luna Maya, Vega, Raffi Ahmad, Angel Lelga, Ayu Ting-ting, Aziz, Ruben, Eko Patrio, Zaskia Gotik ini banyak berisi dialog dan adegan yang tidak pantas. Misal, adegan pelukan mesra, lama, dan erat antara Sangket dan Anjela, pasangan kekasih yang berulang tahun saat itu dan ditepuktangani oleh pemain lainnya. “Dari tahun ke tahun, Sahurnya Pesbukers tidak ada perubahan. Masih menayangkan canda berlebihan, saling ejek, hina-menghina dan hura-hura,” ujarnya. (nin/pojoksatu)

 

Komentar

Berita Lainnya