oleh

Peserta Turnamen Tenis Positif Covid-19, Djokovic Diminta Tanggung Jawab

Sumeks.co – Adanya turnamen Adria Tour ternyata meninggalkan beberapa masalah. Salah satunya pemain yang terinfeksi Covid-19. Tak sedikit pemain yang melayangkan protes tersebut. Salah satunya adalah petenis asal Inggris Dan Evans. Dia menyerukan bahwa Novak Djokovic harus bertanggung jawab. Sebab, dia adalah inisiator turnamen itu.

Dalam turnamen ekshibisi yang berlokasi di Serbia dan Kroasia itu, dua petenis dipastikan positif korona baru. Pertama adalah bintang Bulgaria Grigor Dimitrov dan kemudian disusul Borna Coric dari Kroasia.

“Dia tidak seharusnya mengadakan pesta dan berjoget dengan para pemain dan peserta lain. Dua petenis telah diuji dengan hasil positif. Seharusnya dia (Djokovic) merasa bertanggung jawab dalam acara itu,” tutur Evans sebagaimana dilansir Reuters.

Turnamen yang juga diikuti petenis top seperti Dominic Thiem dan Alexander Zverev Jr itu sempat diisi sesi bermain basket dan menari bersama. Tentu saja, aksi itu tidak mengikuti protokol kesehatan menjaga jarak sosial.

Hasil uji virus korona pada Djokovic akan diumumkan pada Selasa pukul 22.45 WIB. Setelah itu, dia baru akan berbicara kepada publik.

Evans merasa penyelenggara, termasuk petenis nomor satu dunia Djokovic, seharusnya lebih serius dalam menanggapi situasi ini. “Turnamen berjalan bagus dan yang di Prancis (Ultimate Tennis Showdown, Red) terlihat adanya jaga jarak sosial. Yang satu ini sangat jauh dari jaga jarak sosial dan saya pikir itu adalah contoh yang buruk untuk mengabaikan ketentuan tersebut. Ini bukan lelucon, kan?” katanya.

Bahkan, menurut Evans, jika pedoman itu diambil di negara yang sudah normal dari Covid-19, dia masih akan mencoba untuk menjaga jarak fisik dari orang lain. Kasus Adria Toutr ini, tambah Evans, adalah pengabaian protokol kesehatan yang serius.

Tur ATP dan WTA, yang ditangguhkan pada bulan Maret karena pandemi, dijadwalkan untuk dilanjutkan pada bulan Agustus. Dua grand slam US Open dan French Open dimulai masing-masing pada tanggal 31 Agustus dan 27 September.

“Saya kira kita bisa mengambil pelajaran dari (kejadian) itu dan mudah-mudahan kejadian itu tidak mempengaruhi US Open,” ucap Evans.(jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya