oleh

Petani Bergairah Harga Karet Naik Lagi

MURATARA – Kenaikan harga komoditas karet jelang akhir tahun di Kabupaten Muratara, membuat petani bergairah. Warga berharap, kenaikan komoditas unggulan itu terus meningkat, hingga menembus angka Rp10 ribu/kg.

Zaenal (33) warga Desa Biaro Baru, Kecamatan Karang Dapo, mengaku cukup bersemangat menyambut kenaikan harga karet jelang akhir tahun 2019. Untuk saat ini harga karet basah di kalangan petani menembus angka Rp8 ribu/Kg yang tadinya hanya berkisar Rp4,5 ribu/Kg.

Dengan kenaikan komoditas karet warga berharap banyak. Pasalnya, mayoritas masyarakat di Kabupaten Muratara, didominasi profesi petani karet. Kalau karet naik pacak belanja, minimal harga karet sebanding dengan harga beras itu bar sudah lumayan,” katanya, kemarin (29/12)

Warga menuturkan, pemerintah harus ikut andi dalam meningkatkan harga komoditas produk unggulan ini, karena harga komoditas karet sangat mempengaruhi kesejatraan masyarakat di Muratara. ‎Kalau harga anjlok, semua masyarakat di Muratara pasti susah. Otomatis daerah kita jadi rawan karena banyak masyarakat yang tidak mampu, lari kenjalan untuk memenuhi kebutuhan perut, katanya.

Zaenal juga mengungkapkan, jika saat ini  transaksi jual beli di pasar tradisional semakin meningkat, karena masyarakat saat ini sudah mampu membeli kebutuhan mereka sehari-hari dari penjualan karet. Dalam tiga hari petani rata-rata mampu menghasilkan sekit‎ar 75 kilogram karet basah, dengan kisaran pendapatan Rp600 ribu satu kali penjualan.

‘Tapi sekarang harga lagi tinggi, banyak warga yang jual tiap hari karet. Transaksi di pasar juga meningkat, karena sudah banyak petani yang punya uang, ujarnya. Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara, Suhardiman membenarkan saat ini tengah terjadi peningkatan terhadap komoditas karet.

Menurutnya kenaikan harga karet sudah terjadi sejak, akhir November lalu. Untuk kadar kering karet setarus persen di hargai Rp16,800 /kg, kadar 70 persen Rp11.000, karet 60 persen Rp10,000/kg, karet 50 persen Rp8000/kg, karet 40 persen Rp6,700/kg.

“Memang ada kenaikan tapi tidak terlalu signifikan. Kita minta petani untuk terus meningkatkan kualitas karer mereka, sehingga bisa dijual dengan harga tinggi,” katanya.

Terpisah, sebelumnya Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni mengatakan, pihaknya sangat memperhatikan kondisi masyarakat Kabupaten Muratara yang mayoritas petani karet.

Pemda Muratara berharap, para petani dapat memaksimalkan penghasilan mereka dan tidak terlena dengan harga jual karet yang saat ini tengah mengalami kenaikan. Tidak menutup kemungkinan harga komoditas karet akan turun kembali. Jadi para petani saya harap jangan belanja dan kredit barang secara berlebihan. Pintar pintar menabung, jadi hasil selama ini jangan langsung di habiskan, imbaunya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya