oleh

Petani Cabai Gagal Panen

PALI – Naiknya harga cabai yang terjadi dalam sepekan ini, ternyata juga disebabkan banyak petani cabai yang mengalami gagal panen, termasuk di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Padahal, bisasanya saat ini merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh petani, karena memasuki musim panen. Namun, akibat tanaman cabai petani terserang hama, sehingga petani menderita kerugian cukup besar.

Samsuar (70), salah satu petani cabai asal Telaga Calak, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, yang mengalami kerugian hingga Rp40 juta. Besarnya kerugian itu disebabkan, semua tanaman cabai miliknya tidak ada yang berbuah akibat daun menjadi keriting dan pohonnya kerdil.

“Jangankan panen, sampai sekarang ini saja, kami belum sama sekali melihat buah cabai yang kami tanam ini,” ucapnya saat dibincangi, kemarin (8/1).

Diungkapkannya, dirinya sudah berusaha berbagai cara melakukan untuk mengatasi penyakit, namun tetap saja tanaman cabai seluas dua hektar yang telah ditanamnya sejak September 2019 gagal panen.

“Aku juga kurang tahu penyebab cabai itu jadi kerdil dan keriting. Padahal, aku sudah pakai bibit unggul kelas satu dan menggunakan pupuk yanh bagus juga,” ungkapnya.

Dirinya berharap, ada campur tangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI untuk membantu mengatasi masalah tersebut. “Kami berharap Pemkab PALI melalui Dinas Pertanian bisa memberi solusi terutama atasi penyakit ini,” harapnya.

Menanggapi keluhan petani cabai tersebut, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Erizon mengatakan, pihaknya bakal segera mengecek ke lokasi. “Kita akan lihat dulu penyebabnya apa, tapi kalau sudah usia tanam dua bulan, mungkin sudah terlambat ditangani. Tapi, tetap kita tinjau dulu baru kita tentukan langkah selanjutnya,” terangnya.

Sementara, seorang ibi rumah tangga, Rini (35), warga Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi menuturkan, sebelum tahun baru harga cabai dikisaran Rp20 ribu sampai Rp25 ribu perkilogramnya. “Tapi, pas tahun baru harga cabai mencapai Rp60 perkilogram. Tapi, sekarang harganya Rp35 ribu sampai 36 ribu perkilogram,” pungkasnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya