oleh

Petani Ekspor Rumput Laut Senilai Rp1 Miliar

Koordinator petani rumput laut Jajuli mengatakan, pada tahap kedua ini pihaknya mengekspor rumput laut sebanyak 50 ton, yang terdiri atas jenis spinosum 23 ton dan jenis cottoni 26 ton. “Kurang lebih totalnya ada sekitar 50 ton, dua kontainer,” kata Jajuli melalui sambungan telepon seperti dikutip dari Banten Raya Pos (Fajar Indonesia Network Grup).

Jajuli menjelaskan, rumput laut yang diekspor itu merupakan hasil produksi dari sembilan kelompok petani yang berada di wilayah Serang utara. “Kalau produksi dilakukan selama tiga bulan terhitung sejak ekspor perdana dilakukan. Yang melakukan ekspor melalui CV Delton,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, rumput laut 50 ton tersebut dibeli oleh importir di Vietnam senilai Rp1 miliar. Jika dihitung, keuntungan bersih para petani mendapatkan keuntungan sebesar Rp150 juta hingga Rp200 juta. “Ini sangat membantu perekonomian masyarakat di sini (Serang utara-red) terutama para petani rumput laut,” ujarnya.

Jajuli berharap, Pemkab Serang bisa mengembangkan rumput di wilayah pesisir lain di Kabupaten Serang karena pasar untuk rumput laut tidak susah dan potensi pengembangannya juga cukup bagus. “Kami berharap pemerintah bisa merespons potensi pengembangan rumput laut yang cukup bagus ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, pihaknya terus melakukan pengembangan budidaya rumput laut. Selain di Serang Utara, budidaya rumput laut juga akan dikembangkan di Pulo Panjang, Kecamatan Puloampel. “Akan kita coba kembangkan Pulo Panjang dan petaninya sudah siap,” katanya.

Hardjo mengungkapkan, sebagai salah satu kegiatan pemberdayaan, pihaknya telah menyalurkan bantuan benih rumput laut untuk 13 kelompok petani. “Masing-masing kelompok mendapatkan bantuan satu ton dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kita juga akan coba usulkan untuk di Pulau Panjang,” ujarnya. (tanjung/fikri)

Komentar

Berita Lainnya