oleh

Petani Resah, Hama Babi Serang Perkebunan Kelapa

MURATARA-Sejumlah petani di Desa Noman, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, mengeluh. Akibat  maraknya serangan hama babi di areal perkebunan mereka. Warga mengaku, akibat serangan hama babi dalam kurun tiga bulan terakhir. Ratusan bibit kelapa hibrida bantuan pemerintah yang mereka tanam tumbang dan rusak sebelum berkembang.

Tabrani, salah satu kelompok mitra tani, asal Desa Noman mengatakan. Mereka sangat kesulitan mengantisipasi serangan hama babi yang menyerang areal perkebunan mereka. Gerombolan babi dengan beragam ukuran. Kerap memasuki perkebunan warga menjelang malam hari.

“Dio masuk bergerombol. Bibit kelapo yang kami tanam di gigiti galo, ado jugo yang dibongkar. Padahal sekitar bibit sudah kami pagari. Tapi masih di bongkar oleh hama babi,” katanya, hari ini (11/2).

Pihaknya mengaku, dampak serangan hama babi itu sangat berdampak fatal. Sehingga nyaris 100 persen bibit kelapa hibrida yang mereka tanam gagal total. “Kami sudah melakukan beragam cara untuk penangkal serangan hama babi. Seperti menggunakan racun, memburu,  membuat kandang anti hama, tapi masih tetap tidak terhalau,” ungkapnya.

Dia berharap, ada bantuan khusus untuk mengatasi hama babi tersebut. Sehingga produktif perkebunan yang tengah digalakkan masyarakat dapat berjalan dengan maksimal. “Salah satu faktor warga kita Muratara. Tidak mau berkebun itu karena banyak serangan hama babi,” tegasnya.

Menurutnya, hama babi merupakan hewan pemakan segala. Dan sering merusak perkebunan yang digarap masyarakat. Sehingga harus ada upaya secara maksimal, untuk memberantasnya. “Kalau tidak di tindak lanjuti, tentunya perkebunan dan pertanian di wilayah kita sulit berkembang. Menanam padi, padi di rusak, menanam kelapa, kelapa dimakan,” ujarnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya