oleh

Petenis Muba Berjaya di Kejurnas ini

PALEMBANG – Tujuh atlet asal Sekayu Musi Banyuasin (Muba) mendominasi final Kejurnas RemajaTenis Sumsel XVIII yang berlangsung di lapangan tenis Pemkot Palembang. Sembilan atlet Muba lolos ke final di tujuh kelompok umur dan kelompok umur 18 tahun putra terjadi All Muba Finals.

Keikutsertaan atlet junior Musi Banyuasin di ajang kejurnas RemajaTenis Sulsel-XVIII mendapat perhatian dari salah satu pejabat Kabupaten Musi Banyuasin di lapangan tenis Pemkot, Palembang.

Sebagai Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Muba Muhammad Faris ingin melihat dan mendukung 17 atlet tenis junior hasil bimbingan PPLP Muba.

“Tugas kami beri dukungan baik moril dan material kepada atlet tenis Muba. Sehingga mereka bisa ditanamkan percaya diri dalam pertandingan nasional ini,” kata Faris didampingi Promotor Remaja Tenis, August Ferry Raturandang atau yang biasa disapa Opa AFR ini.

AFR menegaskan, kabupaten lainnya di Sumsel bisa meniru pembinaan yang dilakukan oleh Pemkab Muba. “Contoh riil diperlihatkan oleh Muba sehingga saat ini petenis potensial dimunculkan dari Muba. Saya titipkan agar 2 atlet potensial Muba yaitu Jones Pratama dan Syahrul Ramadhan sudah waktunya Go International. Ikutkan try out ke turnamen internasional junior agar bisa mendapatkan peringkat dunia junior. Secara bertahap bisa ikuti juga turnamen ITF Pro Circuit dari kelompok umum,” kata Opa AFR yang secara konsisten lakukan pengamatan atlet tenis daerah. Dan merupakan satu satunya promotor tenis telah selenggarakan turnamen nasional di 22 provinsi di Indonesia

Ternyata kehadiran ataupun penuh perhatian dari kepala Dispora Kabupaten Muba memberi semangat atlet-atlet Muba di ajang Kejurnas RemajaTenis Sumsel XVIII. Hanya final tunggal putra kelompok umur 10 tahun putra dan kelompok umur 14 tahun putri lepas dari tangan petenis Muba dan menjadi milik petenis tuan rumah.

Final 10 tahun putri Sherena Valencia( Muba) menantang unggulan pertama asal Bengkulu Raden Ayu Deva Kusuma Ningrum. Sherena Valencia lolos kefinal setelah menyisihkan petenis tuan rumah Atiqah Dewisri Suwandi 8-1 sedangkan Raden Ayu Devi Kusuma Ningrum mengalahkan Syakirah Aqilla Putri( Plbg) 8-0.

Kelompok 12 tahun putra petenis Nuba Rizki Mubaraq ditantang oleh Rey Dafi Putra difinal. Sebelumnys Rizki Mubaraq mengalahkan Razan Putra InDoki (Plb) 8-3 sedangkan Rey Dafi Putra menumbangkan unggulan utama Alvito Dewa Candra( Plbg) 8-4.

Di kelompok 14 tahun putra M Nabil (Muba) lolos ke final setelah menumbangkan unggulan kedua asal Lubuklinggau Rafael Ramadhan 6-4 7-5. Lawannya di final adalah unggulan utama tuan rumah Achmad Zidan yang lolos dari hadangan andalan Lahat Wong Ara Dewanata 6-4 6-1.

All Palembang finals terjadi dikelompok 14 tahun putri antara Tiara Regita dan Dwi Rahma Sari. Disemifinal Tiara menyisuhkan petenis Muba Raisyah Fayyza Azzahra 6-4 6-4. Sedangkan Dwi Rahma Sari mengalahkan atlet Muba Naika Putri Fakhira 6-1 6-1.

Final kelompok 16 tahun putra terjadi antara atlet Muba melawan atlet Palembang. Disemifinal atlet Muba Rizky Fadillah berhasil menyisihkan andalan Lahat M.Razan Nadin 6-3 6-0. Lawannya difinal adalah atlet tuan rumah antara Panji A Susilo dan Rido Dwi Julianto yang dimenangkan oleh Panji Susilo 4-6 6-2 (10-7).

Final di kelompok 16 tahun putri andalan Muba, Finasti Kusumah Putri ditantang petenis tuan rumah Kannaya Firla Putri . Finasti berhasil lolos kefinal setelah kalahkan NarishaNur Syahrani 6-2 6-1 sedangkan Kannaya kalahkan atlet Muba Ratna Aprilia Irawan 5-7 6-4 (10-5).

All Muba finals terjadi di 18 tahun putra. Andalan Muba Jones Pratama ditantang oleh rekannya M Syahrul Ramadhan . Di semifinal Jones bermain gemilang dengan menyisihkan petenis tuan rumah Fajar Arief Satrio 6-1 6-1. Sedangkan M.Syahrul Ramadhan lakukan hal yang sama berhasil menumbangkan unggulan dua tuan rumah M Akfath Ridho 6-0 6-0.

Mengomentari kekalahannya, Alfath Ridho mengakui karena banyak buat salah sendiri.

“Lawan bermain bagus karena saya banyak buat kesalahan sendiri. Saya tidak tahu kenapa. Tapi ini pelajaran terbaik bagi saya untuk lebih baik lagi diturnamen berikutnya,” ujar Alfath Ridho.

Mengomentari hasil pertandingan dihari kedua, August Ferry Raturandang mengatakan kepuasannya melihat perkembangan tenis di Sumsel.” Mereka sudah menyadari betapa pentingnya turnamen ini. Jadi sudah harus bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Dan sebagai pembina harus bisa menggiring atlet2 untuk bisa mengevaluasi permainan sendiri. Ini suatu progres,” ujar AF Raturandang yang rajin melihat dan bertanya langsung keatlet baik yang menang maupun kalah dalam setiap pertandingannya. (ril)

Komentar

Berita Lainnya