oleh

Petenis Muda ini Harumkan Sumsel

PALEMBANG – Petenis muda asal Sumsel, Wong Ara Dewanata sukses menorehkan prestasi di Kejuaraan Nasional Tenis Lapangan, Junior Master 2018 Mandiri Super Series, yang digelar 5-12 Desember lalu. Turun di dua kelas sekaligus Kategori Umur (KU 12 PA), petenis ini membawa pulang dua pulang trofi. Juara 3 di kelas dobel KU 12 PA, dan Juara 2 dikategori Singel KU12 PA.

Prestasi ini juga yang memastikan petenis asli kota Lahat ini juga, mendapat beasiswa turun dikejuraaan ATF U14, Bangkok, Thailand tahun 2019 mendatang. ” Alhamdulilah, senang. Sempet gak nyangka juga bisa, berangkat ke Thailand tahun depan. Semoga waktu di Thailand, bisa dapet menang lagi,” kata Wong Ara, saat dibincangi sumeks.co via telephone (22/12) lalu.

Petenis muda yang baru mendapat trofi juara 1 di Kejuaraan AFR 2018 Palembang, dan juara 2 di Kejuaraan Sumeks Open 2018 ini, juga berharap. Trofi yang didapat ini, makain memotivasinya untuk meraih hasil terbaik juga di kejuaraan Seleknas (Seleksi Nasional) 2019.

“Seleknas 2019, mudah-mudahan bisa juara juga. Minimal 4 besar, jadi bisa berangkat tanding ke luar negeri lagi,” jelasnya.

Tri Anggoro orang tua dari Wong Ara Dewanata juga menceritakan, jika sebenarnya putranya turun di kelas Super series tanpa target khusus. Menurutnya, yang dikerjar justru pengalaman. Mengingat usia Wong Ara, saat ini masih menginjak 11 tahun. Sedangkan 5 februari 2019, baru berusia 12 tahun.

“Sebenarnya ini bisa dibilang bonus. Kita sih tujuanya ikut di Super series 2018, pingin cari pengalaman saja. Terus target kita bisa kalahkan petenis asal pulau Jawa, eh.. Kesampaian,” ungkapnya tertawa.

Mendapat besasiswa untuk ikut ATF Bangkok 2019, KU 14 juga sempat membuat bimbang. Mengingat Wong Ara dipastikan menjadi petenis termuda, perwakilan di Indonesia. Jika melihat usia yang baru masuk 12 tahun februari ini.

“Jadi untuk skedule ATF Bangkok, kita mungkin akan pilih pertandingan yang ada di bulan Juni-Agustus. Agar usianya juga bisa lebih sedikit dari 12 tahun, dan siap tanding lawan petenis-petenis luar,” terangnya.

Sementara itu, Dwi Asmara pelatih Wong Ara, juga mengaku bangga dengan prestasi ditunjukan anak asuhnya. Dia juga mengakui, Wong Ara pentas mendapat prestasi itu, jika melihat progres permainan dia yang terus berkembang setiap tahun.

“Saya berharap, bibit-bibit petenis handal seperti Wong Ara ini, mendapat perhatian khusus Pelti Sumsel, ataupun KONI. Karena ini aset kita yang potensial kedepan. Apalagi, dengan hasil yang ditorehnya sekarang, bisa mengharumkan nama Sumsel kedepan,” tuturnya. (cj11)

Komentar

Berita Lainnya