oleh

Petugas BPBD Dibekali Vertical Rescue

SEKAYU – Bencana alam dapat terjadi di mana dan kapan saja. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menggelar pelatihan vertical rescue FPTI Sumsel di halaman rumah dinas Wakil Bupati Muba, Senin (27/1).

Vertical rescue ini merupakan spesifikasi khusus dalam proses evakuasi di medan terjal dengan tujuan memindahkan objek/korban di medan vertikal ke tempat yang lebih aman. Kecabangan panjat tebing ini biasa dilakukan pada operasi bencana alam ataupun musibah/kecelakaan.

Kegiatan yang bertemakan “Program badan vertical rescue FPTI 2020 untuk kemanusiaan siaga bencana khusus di bidang vertical rescue” ini dilaksanakan sesuai target yang ditentukan oleh Bupati Muba Dodi Reza Alex bersama wakil Bupati Muba Beni Hernedi sekaligus Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumatera Selatan yakni di tahun 2020 FPTI Sumsel harus punya tim vertical rescue.

Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muba Indita Purnama mengatakan bahwa pemkab sangat serius dalam menyiapkan dan menambah kemampuan relawan dalam menghadapi musim hujan dari bencana banjir, longsor dan angin.

“Adapun vertical rescue merupakan bagian dari operasi SAR. Dapat diartikan sebagai teknik evakuasi objek dari titik rendah ke titik yang lebih tinggi atau kebalikannya, pada medan yang terjal baik kering maupun basah,” kata Indita.

ia juga berharap dapat terus menyosialisasikan keilmuan Vertical Rescue sehingga menjadi milik masyarakat khususnya di Muba dan mampu menjawab tantangan dan tugas di medan vertical rescue.

“Keamanan dan keselamatan adalah landasan utama Pemkab dalam melakukan setiap aktivitas. Selalu ingat bahwa segala yang kita lakukan bermuara pada satu tujuan yaitu manfaat. Jika kita bisa bermanfaat untuk orang lain, kita akan mendapat kebahagiaan,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumsel Beni Hernedi menyatakan bahwa sebagai atlet tak hanya berfokus pada olahraga. Akan tetapi juga harus peduli dengan lingkungan kemasyarakatan.

“Sebagai atlet panjat tebing, dengan kebisaan yang tidak banyak dikuasai orang kita harusnya terlibat dalam penanganan bencana khususnya yang memerlukan bantuan membantu vertical rescue. Ini bagian dari social responsibility FPTI,” tukasnya. (ril/dom)

Komentar

Berita Lainnya