oleh

Petugas Cek Lahan Dibakar di Perbatasan Desa Tihang dan Desa Simpang Empat Lengkiti

BATURAJA – Masuk musik kemarau, waspadai munculnya titik api. Salah satunya disebabkan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Kebiasaan tersebut masih sering ditemui di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Salah satu daerah rawan di Kecamatan Lengkiti. Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga SIK MH melalui Kasubag Humas AKP Mardi Nursal ketika dikonfirmasi mengatakan, titik api ada ditemukan pada Senin (31/8).

Dalam laporan, disebutkan kalau titik yang terbakar di wilayah hutan kawasan. Berada di daerah perbatasan Desa Tihang dengan Desa Simpang Empat, Kecamatan Lengkiti.

Kapolsek Lengkiti AKP Bastari ketika dikonfirmasi mengatakan, setelah dicek, lokasi lahan yang terbakar berada di kawasan milik pribadi. “Bukan daerah hutan kawasan,” ujarnya, dikonfirmasi, Rabu (2/9).

Disebutnya, lahan yang terbakar memang ada indikasi dibuka dengan cara dibakar. Kalau dari laporan pihak UPTD Kehutanan lahan yang terbakar luasnya sekitar 7 Hektar.

Namun, setelah dicek lokasi tidak mencapai luas tersebut. Karena ada lahan milik pribadi yang sudah bersih sebelumnya. Mengenai luas lahan yang terbakas menurutnya, kemungkinan karena api yang merambat.

Lahan yang terbakar saat dicek ke lokasi luasnya lebih kurang 1 Ha. Ada juga pembakaran lahan yang dilakukan dua hari sebelumnya dengan cara di sekat sekat. Artinya tidak dibakar sekaligus.

Disebut Bastari, pihaknya masih akan memanggil 4 warga Kecamatan Sosoh Buay Rayap yang numpang membuka lahan di sana. “Mereka ini petani yang menumpang membuka lahan. Pemiliknya sudah memberi izin,” ujarnya.

Terpisah, Kepala UPTD Kehutanan Sumsel yang membawahi wilayah Kabupaten OKU Siti Lela Sari ketika dikonfirmasi mengatakan, lahan yang terbakar itu ada yang berada di hutan kawasan.

“Saat petugas ke sana, orangnya sudah lari,” ujarnya. Sedangkan yang masuk dalam areal penggunaan lain (APL) sudah dikelola masyarakat. Meski demikian termasuk dalam binaan pihak kehutanan. “Karena ada Maklumat Kapolda Sumsel dan itu tidak boleh,” tegasnya. (bis)

 

Komentar

Berita Lainnya