oleh

Petugas Sensus Data Petani Pagaralam Langsung di Kebun Kopi

PAGARALAM – Progres harian yang dirangkum Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pagaralam terkait pelaksanaan Sensus Penduduk (SP) 2020 secara wawancara yang dimulai sejak tanggal 1 September 2020 lalu, mencapai 11 persen.

“Progres harian ini dari wawancara door to door oleh petugas sensus per Jumat tanggal 4 September  berdasarkan input laporan. Sekitar 11 persen (detail baca tabel, red) atau 18.852 jiwa penduduk berhasil didata oleh Petugas Sensus (PS) dilapangan,” ungkap Kepala BPS Kota Pagaralam Dedi Fahlevi MSi, kemarin.

Total jiwa penduduk di Kota Pagaralam yag disensus mencapai 162.579 jiwa. Angka ini berdasarkan jumlah penduduk yang masuk dalam Daftar Penduduk. “Data tersebut merupakan dari Dinas Dukcapil Kota Pagaralam,” bebernya.

Diakui Dedi, sebenarnya dalam pelaksanaan SP sendri tidak ada kendala yang berarti saat petugas turun kelapangan melakukan pendataan, karena memang sudah terkordinir sebelumnya dengan Pemkot Pagaralam.

Yang jadi tantangannya adalah geografis. Soalnya, tak sedikit masyarakat atau penduduk yang tinggal di talang atau kebun. “Sebab, untuk saat ini musim panen kopi belum seluruhnya selesai disejumlah wilayah yang ada di Kota Pagaralam,” katanya.

Mengatasi agar seluruh warga Kota Pagaralam dapat disensus, para koordinator diingatkan untuk terus melakukan pengawasan kepada petugas sensus dilapangan dari pagi, hingga sore. Demikian juga dengan data warga berprofesi sebagai petani yang masih tinggal di talang untuk didata secara akurat.

Yang jelas jangan sampai terlewat. Mereka (petani kopi, red) diinventarisir. Jika dimungkinkan disambangi oleh petugas sensus di wilayah tugas mereka masing-masing melalui pengawasan Koseka.

“Soalnya, tenggat waktu sensus penduduk dilapangan ini sampai 15 September 2020 mendatang,” katanya seraya mengatakan adanya kerjasama untuk menukseskan SP2020 ini baik warga yang belum disensus ataupun elemen masyarakatnya tujuannya terwujud satu data Indonesia, data yang akurat serta valid.

Sementara ditambahkan Kasi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS), Pray Putra Hasianro Nadeak, beberapa petugas sensus yang melakukan wawancara langsung tak sedikit mereka harus menyambangi warga atau kepala keluarga di kebun.

Karena saat disambangi tidak ada dikediamanya. “Petugas sensus pun menyambangi warga yang ada di kebun-kebun, karena masih ada yang melakukan panen kopi. Ini tujuannya demi untuk mendapatkan data penduduk yang valid. Semisal, yang dilakukan petugas di wilayah Dempo,” pungkasnya. (ald)

 

Komentar

Berita Lainnya