oleh

Piala Dunia U-20 tanpa Opening Ceremony

JAKARTA – Piala Dunia U-20 tahun depan bakal digelar tidak seperti ajang besar lainnya. Ini menyusul keputusan tidak adanya opening dan closing ceremony. Keputusan ini keluar dari FIFA langsung dan Presiden RI Joko Widodo hanya bisa mengikuti.

“Kebiasaan di Piala Dunia U-20 ya pertandingan itulah pembukaannya. Ini sesuai arahan FIFA. Jika pun ada paling ya speech saja dari Presiden FIFA dan Presiden negara penyelenggara. Gak lebih dari 8 menit tanpa diikuti atraksi-atraksi karena langsung dilanjutkan pertandingan,” ungkap Menpora Zainudin Amali dalam konferensi pers usai Rapat Terbatas daring khusus membahas persiapan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021 Selasa (20/10).

Selaku ketua penyelenggara Piala Dunia U-20 alias INAFOC, Menpora tadinya memiliki rencana akan menempatkan opening ceremony sebelum pertandingan pertama. Jika pertandingan mulai pukul 19.00 WIB, pukul 16.00 WIB bisa untuk pembukaan. Tapi dikhawatirkan masalah rumput dan tidak ada juga persetujuan FIFA. Sehingga arahan FIFA dengan meniadakan opening dan closing ceremony menjadi pegangan yang harus dijalankan.

Zainudin menggaansi bahwa Indonesia masih on the track dalam persiapkan Piala Dunia U-20. Termasuk masalah insfrastruktur stadion pertandingan, lapangan latihan, dan sarana prasaran penunjang. Pihaknya kini tinggal menunggu inspeksi dari FIFA untuk kelayakan lapangan. Khususnya terkait lapangan pertandingan.

“Hanya FIFA yang bisa menyatakan layak atau tidak layak. Kami terus berkonsultasi dengan FIFA, mengingat Piala Dunia ini propertinya mereka. Kita hanya sebatas penyelenggara saja. Kami masih menunggu kepastian dari FIFA untuk kehadirannya di Indonesia untuk membicarakan pembagian tugas, kegiatan apa yang ditangani mereka dan apa yang ditangani kita. Sampai saat ini belum ada pembicaraan soal kedatangan mereka,” jelasnya.

Dalam rapat yang berlangsung selama 45 menit dan dipimpin langsung Presiden RI Joko Widodo serta dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy selaku Ketua Panitia Pengarah Penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali selaku Ketua Panitia Pelaksana INAFOC, serta Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Bidang Prestasi Timnas, Menpora kembali menagih komitmen pemerintah sesuai yang pernah diberikan kepada FIFA saat menandatangani “govement garanty” ketika maju sebagai calon penyelenggara Piala Dunia U-20 ini. Jaminan-jaminan tersebut yang menurutnya harus dikawal dan harus disiapkan.

Zainudin menegaskan, dirinya akan meyakinkan FIFA dan negara-negara peserta. Termasuk menjelaskan secara detail penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan nanti. FIFA pun juga akan memberikan supervisinya. “Kami akan komunikasikan terus, termasuk masalah keterlibatan penonton. Kita akan lihat bagaimana kondisi/situasi Indonesia di Mei dan Juni mendatang. Apakah penyebaran vaksin sudah merata dan lain-lain. Harapannya, Mei-Juni 50 persen dari kapasitas stadion sudah bisa, tapi tentu kewenangan kembali lagi ke FIFA. Tentunya kesehatan dan keselamatan masyarakat yang utama untuk kami,” ujarnya.

Terkait dengan protokol kesehatan memang disinggung Presiden RI Joko Widodo dalam rapat terbatas itu. Orang nomor satu di Nusantara itu menginstruksikan Panitia Piala Dunia U-20 dan PSSI untuk bisa meyakinkan FIFA dan para negara peserta Piala Dunia U-20 2021 bahwa penyelenggaraan tahun depan bisa berlangsung dengan aman, meskipun masih dibayangi pandemi Covid-19 di Indonesia. Penerapan protokol kesehatan ketat dalam penyelenggaraan nanti harus jadi poin khusus yang ditonjolkan.

“Ini terpenting, bahwa kirta harus bisa menyakinkan FIFA dan negara-negara peserta lainnya bahwa Indonesia telah mempersiapkan prokol kesehatan ketat hingga sangat aman untuk dikunjungi dana menjadi tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun depan,” ucap Jokowi dalam rilis yang disebut ke wartawan.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya