oleh

Pilkada Ditunda, ini Kata KPU

INDRALAYA – Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Tim Pemantau Pilkada 2020 Komnas HAM Hairansyah meminta agar pemerintah dan KPU untuk menunda penyelenggaraan pilkada serentak 2020, ini terkait makin meningkatnya kasus COVID-19.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Tim Bapaslon HM Ilyas Panji Alam-H Endang PU Ishak, H Yulian Gunhar SH MH mengatakan bahwa proses tahapan pilkada sudah berjalan dan pendaftaran masing-masing bakal calon sudah tinggal menunggu penetapan.

“Jadi belum ada alasan yang mendesak untuk menunda pilkada,” kata Yulian Gunhar, Rabu (16/9).

Lanjutnya, pemerintah dalam hal ini KPU dan Mendagri tentu sudah punya pertimbangan-pertimbangan berkaitan dengan pilkada 9 Desember 2020.

“Yang perlu dan sangat mendesak adalah edukasi kepada masyarakat, bagaimana menghadapi pilkada dalam suasana wabah COVID-19, standar aturan kesehatan yang paling utama,” ujarnya.

Sementara itu Jubir Bapaslon Panca Wijaya Akbar-H Ardani, Arwin Novansyah SH menyatakan, pada prinsipnya yang memutuskan adalah pemerintah dan pihaknya siap dan akan mematuhi apapun keputusan pemerintah, karena ini terkait kesehatan dan keselamatan masyarakat. Namun di sisi lain, anggaran pemerintah sudah dikeluarkan begitu banyak untuk pilkada serentak ini. Untuk itu akan lebih baik pemerintah melakukan lokalisir atau mengklasifikasi daerah yang melaksanakan pilkada, apakah daerah tersebut zona merah, orange atau hijau .

“Mungkin bagi zona merah, perlu adanya pemikiran untuk dilakukan penundaan, namun bagi zona hijau tetap melaksanakan pilkada serentak. Apalagi pilkada juga mendorong pergerakan perekonomian masyarakat di tingkat paling bawah,” tutur Arwin.

Terpisah, Ketua KPU Ogan Ilir Dra Massuryati menyatakan, soal adanya desakan untuk kembali dilakukan penundaan pilkada, pihaknya tetap menunggu keputusan pemerintah dan KPU RI.

“Kami sebagai KPU di daerah tentu akan patuh terhadap keputusan pemerintah dan KPU RI. Kalau memang bakal ada penundaan pilkada kembali, tapi sejauh ini belum ada informasi atau perintah dari pusat,” tukasnya. (sid)

Komentar

Berita Lainnya