oleh

PKL Protes Penertiban Hanya di Pasar Pulo Mas

EMPAT LAWANG – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Pasar tradisonal Pulo Mas Kecamatan Tebing Tinggi ditertibkan petugas Satpol-PP, Jum’at (29/5/2020). Penertibam dilakukan lantaran PKL berjualan dilahan parkir, bukannya berjualan ditempat yang telah disediakan pemerintah.

Namun, penertiban itu menuai protes dari PKL itu sendiri, dikarenakan penertiban tidak dilakukan secara adil namun hanya ditempat tertentu. Salah satu PKL, Rahmad mengatakan, penertiban hanya di lakukan di Pasar Pulo Mas akan tetapi PKL yang berada di Pasar Lorong Talang Padang masih tetap berjualan tanpa ditertibkan.

“Wajarlah kami berdagang disini, sedangkan di pasar lorong talang padang masih ada yang jualan. Kalau kami jualan di tempat yang di sediakan pemerintah ini jualan kami tidak bakalan laku,” katanya.

Sebab di dalam lokasinya becek sehingga pembeli tidak mau keliling di jalan yang becek. “Pasti pembeli belanja di pasar lorong talang padang sebab di sana dekat dan mudah di jangkau,” keluhnya.

Seharusnya kalau memang ingin ditertibkan jangan hanya satu tempat. Tetapi seluruh pasar yang ada di Kecamatan Tebing Tinggi ini ditertibkan semua.

Sementara Kasatpol-PP Empat Lawang, Suan Amri membenarkan adanya penertiban pasar Pulo Mas, dilokasi yang dilarang berjualan dan iapun menampik kalau penertiban hanya dilakukan di pasar Pulau Mas saja.

Karena penertiban dilakukan di dua lokasi sekaligus di Pasar Lorong Talang Padang dilanjutkan di pasar Pulau Mas. Pihak Satuan Pol PP Empat Lawang, menurunkan sebanyak 25 orang personil Pol PP, dengan 5 orang PNS

“Memang sejak sebelum lebaran kami melihat pedagang di pasar kaki lima berjualan dilokasi parkir, pasar Pulau Mas dan di pasar lorong Talang Padang, sehingga dilakukan penertiban hari ini, ” kata Suan Amri.

Suan membenarkan adanya beberapa pedagang kaki lima yang protes di pasar pulau mas saat ditertibkan. Namun menurutnya itu karena mereka ditertibkan karena terlanjur mendirikan lapak di lokasi yang tidak diperbolehkan. (eno)

Komentar

Berita Lainnya