oleh

PKS Sumsel Komit Jalankan Lima Rekomendasi

Palembang – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PKS Sumsel yang ditutup hari ini (11/4/2021) menghasilkan lima rekomendasi kebijakan.

Ketua DPW PKS Sumsel Muhammad Toha mengatakan bahwa para pengurus telah menyerap ide-ide hasil dari Rakernas PKS dan para pimpinan DPP PKS yang kemudian dirumuskan dalam rekomendasi.

Rekomendasi pertama adalah memperkuat visi partai Islam rahmatan lil’alamin secara kokoh dan terdepan dalam melayani rakyat di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“PKS Sumsel akan selalu berkomitmen bersama dengan elemen kebangsaan lainnya di Sumatera Selatan untuk menampilkan wajah islam yang moderat (wasathiyah) untuk menciptakan hubungan timbal balik yang positif, oleh karenanya, kami mengutuk keras peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan berharap agar polisi mengusut tuntas kasus itu,” tegasnya.

Kedua, memperkuat sikap PKS sebagai partai yang terdepan dalam pelayanan, pemberdayaan dan pembelaan kepada rakyat Sumsel melalui berbagai program kerja dari seluruh bidang, struktur, dan anggota legislatif khususnya pada misi pelayanan sosial kemanusiaan.

“Komitmen PKS dalam mengawal kebijakan dan berbagai proses legislasi di DPRD agar tetap sejalan dengan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia 1945 juga menjadi rekomendasi ketiga dalam Rakerwil PKS Sumsel,” imbuh Toha.

Penemu metode Satu Bulan Bisa Baca (SB3) ini melanjutkan rekomendasi Rakerwil keempat bahwa PKS Sumsel akan melaksanakan kurikulum kaderisasi Partai yang menghadirkan narasumber dari berbagai elemen tokoh masyarakat, akademisi, praktisi, tokoh agama, pelaku ekonomi, aktivis, maupun dari kalangan internal partai, dengan harapan akan muncul pemimpin-pemimpin partai yang mempunyaivisi kepemimpinan dan keagamaan yang moderat.

“Kelima, kami mengajak seluruh warga Sumsel, bergabung dengan PKS dalam membangun bangsa dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional,” ujarnya.

PKS juga membuka ruang bagi anak-anak muda untuk berkolaborasi dalam program Wujudkan Ide Bersama PKS Muda, Content Creator Academy, dan Young Creative Center.(ril/wi2k)

Komentar

Berita Lainnya