oleh

PLN Berbagi Kebahagiaan Bersama anak-anak Rumah Tahfidz Yatim Dhuafa

PALEMBANG – Turunnya hujan dimaknai sebagai berkah saat jajaran manajemen PT. PLN (Persero) Unit se-Kota Palembang gelar kegiatan berbuka bersama para santri dan anak yatim duafa. Sebagai agenda rutin tahunan safari Ramadahn kali ini 1440 H. Bertempat di yayasan Rumah Tahfidz Yatim Dhuafa (RTYD) Daqu Mutiara Tanjung Sari, Bukit sangkal kecamatan Kalidoni, Kamis (16/5).

Berkesempatan hadir Executive Vice President Pengembangan Regional Sumatera, Budi Pangestu. Yang didampingi oleh General Manager UIW S2JB Daryono, General Manager UIP Sumbagsel Dendi Kusumawardana. Serta General Manager UIK SBS Rahmanu beserta jajarannya.

General Manager Unit Induk Wilayah S2JB, Daryono mengawali sambutannya dengan pantun. “Pergi berbuka membawa rantang, rantang dibuka isinya rendang. Saya ucapkan selamat datang untuk para tamu yang telah datang,” kata Daryono.

Daryono mengatakan, kegiatan ini terlaksana sebagai bentuk kepedulian sosial dari PLN melalui Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN. “Kita memberikan bantuan sebesar Rp30 juta. Mudah mudahan bisa bermanfaat untuk pengembangan santri menjadi soleh dan soleha,” ujarnya.

Pihaknya menitip pesan, bahwa dana yang disumbangkan murni bukan dari perusahaan. Tapi merupakan zakat penghasilan yang dikumpulkan dari pegawai PLN. Melalui gaji pegawai PLN yang muslim setiap bulannya dipotong 2,5 persen untuk dikumpulkan. Kemudian disalurkan kepada anak yatim serta semua yang berhak menerimanya sesuai dengan delapan hasnaf.

Kegiatannya beragam, mulai dari santuanan anak yatim, kaum duafa, bantuan para tahfiz hingga pembangunan masjid.

“Mohon doanya kepada kami, pemimpin kami dan petugas PLN agar amanah, dilindungi, diberi kesehatan dan keselamatan. Dalam menjalankan, memberikan pelayanan kelistrikan khususnya wilayah sumatera selatan,” pesan Daryono.

Bulan Ramadhan yang penuh keberkatan ini, ia mengajak semua menjauhi perbuatan tercela. “Selamat berpuasa kami ucapkan semoga amal ibadah diterima Allah SWT,” tutupnya.

Ditempat yang sama, EVP PRSUM Budi Pangestu juga mengawali sambutanya dengan pantun. “Makan sahur pakai roti, buka puasa pakai rendang. Sumatera dulu sering mati, kalau kini terang benderang, Alhamdulillah,” ucap Budi yang disambut tepuk tangan anak-anak santri.

Budi mengucapkan terimakasih dan rasa bangga kepada keluarga besar PLN di Sumatera bagian Selatan. Jika tahun lalu pihaknya menggelar acara serupa di kantor, mengundang anak yatim, kaum duafa dan para santri. “Namun sekarang konsepnya berbeda. Kita coba gantian berkunjung ke tempatnya langsung,” terangnya.

Sebelum ini, pihaknya telah mengadakan meeting dalam rangka pengaman pasokan listrik saat Ramadhan dan Idul Fitri. “Alhamdulillah, saya kira baik dan pasokan kita aman. Kalau dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, Palembang sudah luar biasa,” imbuhnya.

Dijelaskannya, pemadaman listrik yang terkadang terjadi bukan karena kekurangan daya. Melainkan karena ada gangguan jaringan ataupun proses pemeliharaan. “Tapi selama bualan Ramadhan pemeliharaan yang sifatnya tidak terlalu emergensi kami tiadakan,” tambahnya. (cj14)

Komentar

Berita Lainnya