oleh

PLN Daftarkan Aset Tanah ke BPN

TENAGA listrik saat ini telah menjadi kebutuhan utama. Tanpa tenaga listrik beberapa jam saja, banyak hal yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. perihal penyediaan hajat hidup orang banyak ini tentu tidak terlepas dari kebutuhan akan tanah. Meski bukan merupakan bahan baku utama, pasokan listrik nasional juga tergantung pada kepastian tanah tempat berdiri pembangkit tenaga listrik, Gardu Induk, Saluran Transmisi beserta fasilitas pendukungnya. Karena itu, ketersediaan listrik sudah jadi tolak ukur kemudahan berinvestasi

Menjamin lancarnya ketersediaan listrik dimasa yang akan datang. PT PLN (Persero) se-Sumsel melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan kantor pertanahan kabupaten/kota di provinsi tersebut, Jumat (24/7).

Ruang lingkup dari perjanjian kerja sama ini meliputi pendaftaran tanah, asistensi pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum, penanganan permasalahan tanah PT PLN (Persero) dan pertukaran data dan/atau informasi.

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilakukan oleh Kepala Kantor Pertanahan kabupaten/kota di Sumsel dengan Senior Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkit Sumatera Bagian Selatan, PT PLN (Persero) Unit Induk Penyalur dan Pusat Pengatur Beban Sumatera, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Pembangkit Sumatera, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah dan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Interkoneksi Sumatera Jawa. Serta disaksikan oleh Plt Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan dan seluruh General Manager Unit Induk PT PLN (Persero) di Sumsel.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan, Dendi Kusumawardana sangat mengapresiasi dengan ditandatangani perjanjian kerja sama ini. “Aset aset milik PT PLN (Persero) di wilayah Sumatera Selatan yang belum bersertipikat dapat segera diproses sertipikatnya sebagai jaminan hukum atas kepemilikan aset,” ujarnya.

Apalagi banyak aset-aset milik PT PLN (Persero) di wilayah Sumsel. Berupa bangunan Pembangkit, Gardu Induk, Tower Transmisi, Perumahan dan perkantoran.

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Wilayah BPN Sumsel Ketut Mangku sangat menyambut baik adanya penandatanganan perjanjian kerja sama ini. Guna mempercepat sertifikasi aset PT PLN (Persero) dan meningkatkan ketersedian lahan untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

“Ketersediaan listrik merupakan salah satu tolak ukur kemudahaan berinvestasi, dimana saat ini peringkat kemudahan berinvestasi (ease of doing bussines) Indonesia berada di peringkat 73 di dunia, dan masih tertinggal apabila dibandingkan dengan negara negara ASEAN lain,” ungkapnya.

Para kepala Kantor
Para kepala Kantor Pertanahan se-Sumsel yang hadir. foto: istimewa

Pelaksanaan penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT PLN (Persero) dengan kantor pertanahan kabupaten/kota di Provinsi Sumatera merupakan bentuk sinergisitas antara BUMN dan stakeholder. Mewujudkan keandalan dan ketersediaan listrik untuk kemudahan berinvestasi di Indonesia khususnya di provinsi Sumatera Selatan.

Selanjutnya, dilaksanakan penyerahaan sertifikat Hak Guna Bangunan GITET 275 kV Sungai Lilin seluas 5,8 hektare. Serta sertifikat Hak Guna Bangunan GITET 275 kV Lumut Balai seluas 7 hektare.

Sertifikat Hak Guna Bangunan tersebut diserahkan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Muara Enim, Yuliantini, SH MH. Didampingi Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Musi Banyuasin, Halwani SH MH. Diserahkan kepada Senior Manager Pertanahan dan Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan, Selamat DS.

Sinergisitas antara BUMN dan stakeholder ini untuk mewujudkan keandalan dan ketersediaan listrik untuk kemudahan berinvestasi di Indonesia khususnya di provinsi Sumatera Selatan.(adv/nur)

Komentar

Berita Lainnya