oleh

Plt Sekda Minta Seluruh OPD Ikut Kampanye

MURATARA-Mau buang hajat baru mencari lubang. Mungkin peribahasa itu cocok menggambarkan paradigma masyarakat Muratara. Mengenai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS).

Pasalnya, sampai saat ini di Muratara masih banyak kasus warga yang sakit baru mendaftar JKN atau BPJS satu hari. Namun sudah minta dilayani akibat gagal paham mengenai hak dan kewajiban mereka selaku peserta.

Plt Sekda Muratara, H Zaenal Arifin yang memimpin rapat Forum Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan Kabupaten Muratara di ruang Bina Praja, Selasa (12/3) sekitar pukul 09.00 WIB. Mengaku Pemda Muratara malu. Karena masih banyaknya warga di wilayah mereka yang belum mengikuti dan menunggak program BPJS tersebut.
Menurutnya, di masyarakat akar rumput, masih banyak warga yang belum paham mengenai fungsi kesertaan BPJS.
Dia meminta, seluruh OPD, institusi Pemerintah Daerah, bidang kesehatan terus kampanyekan mengenai fungsi dan hak warga dalam mendapatkan jaminan kesehatan.

“Tolong dibuat baliho atau spanduk. Mengenai fungsi, hak jaminan apa saja yang didapat warga dan kewajiban masyarakat mengenai BPJS. Jangan sampai seperti saat ini. Banyak kasus mau berak baru mencari lubang,” katanya.

H Zaenal Arifin juga mengatakan. Tidak jarang menemukan kasus warga yang marah ke petugas medis. Akibat warga tidak tahu mengenai mekanisme pelayanan BPJS dan JKN.

“Waktu mereka sakit baru mau daftar jaminan kesehatan dan langsung minta dilayani. Padahal BPJS baru bisa aktif setelah 14 hari pendaftaran. Jadi harus dipahami secara luas. Pasang baliho di setiap pusat pelayanan apa saja hak-hak warga,” ungkapnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya