oleh

PLTsa Sukawinatan Bakal di Kembangkan dengan Teknologi Baru

PALEMBANG – Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTsa) Sukawinatan bakal diganti menggunakan sistem teknologi baru, hal ini diungkapkan Direktur Operasional PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), Antony Rais.

“Jadi tak lagi menggunakan sumur metan, tapi akan diganti dengan alat dengan teknologi baru, sehingga listrik dari sampah yang dihasilkan akan lebih maksimal,” terangnya kepada koran ini, kemarin.

Antony menjelaskan, rencana penggantian teknologi penghasil listrik dari PLTsa Sukawinatan tengah dalam proses. “Ini bantuan dari pusat oleh kementerian ESDM, saat ini tengah dalam proses,” katanya.

Dengan teknologi baru ini, lanjut Antony sampah yang dapat diolah menjadi listrik dalam satu hari sekitar 900 ton dengan energi listrik yang di hasilkan mencapai 500 kwh setiap perharinya.

“Menggunakan teknologi sumur metan yang dulu hasil nya kurang maksimal, maka itu diganti dengan teknologi baru yang lebih stabil, mudah – mudahan alat atau teknologi baru ini dapat memenuhi kebutuhan pengolahan sampah yang ada di TPA Sukawinatan,” paparnya.

Sebelumnya diketahui PLTSa ini mampu menghasilkan sekitar 50 sampai 90 Kw dari pengembangan sebelumnya, namun ini belum maksimal,  karena masih ada kendala, dengan kekurangan pasokan gas metan. Gas metan ini, masih belum aktif semuanya, karena dari 50 sumur yang ada hanya sekitar 26 yang aktif dan 24 lainnya tak bekerja maksimal, karena tertutup sampah dan tanah, dan akan tambah kecil hasil gas metan nya, jika sedang hujan.

“Padahal seharusnya, sumur gas metan ini semuanya ditutup dengan membran, agar menghasilkan gas metan yang maksimal. Mengenai hal ini, juga akan dilakukan revitalisasi dan pembangunan 20 sumur baru dengan biaya sekitar Rp5 Miliar baik untuk pembangunan sumur ataupun pemasangan membran,” jelas Antony waktu itu.

Ia melanjutkan, hal ini penting, karena selain dari hasil energi belum maksimal, kemampuan bertahan nya pun cukup terbatas dengan hidup 2 sampai 3 jam, yang itu pun digunakan baru untuk maintenance mesin. “Makanya diganti teknologi baru biar hasilnya lebih baik,” ujarnya lagi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang, Faisal AR menambahkan, terkait dengan pengelolaan PLTsa Sukawinatan sepenuhnya berada di SP2J, pihaknya sendiri tentu menanggapi baik hal ini kalau memang akan di kembangkan lebih baik. “Bagus tentunya, karena bagaimanapun ini upaya untuk pengelolaan sampah yang ada di kota Palembang,” tambahnya, kemarin (7/3).

Berkaitan dengan progres dari PLTSa yang akan di kembangkan dengan teknologi terbaru, dirinya juga tak bisa menjelaskan banyak, karena ini yang lebih tau dari SP2J. “Memang pernah waktu itu dirapatkan dengan walikota, tapi karena saya tidak memegang wewenang secara langsung dalam pengerjaan proyek ini, maka tak bisa memberikan penjelasan lebih banyak,” tukasnya. (Cj10)

Komentar

Berita Lainnya