oleh

PM Mahathir Bakal Sanksi Pengusaha Malaysia

-Dunia-97 views

Sumeks.co– Ini ancaman serius PM Mahathir Muhammad. Dia mengancam akan menindak perusahaan Malaysia yang menjadi biang kerok kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Mahathir sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menangani kabut asap yang sudah membahayakan di Malaysia.

Mahathir juga akan mengusulkan, undang-undang yang memaksa perusahaan bersangkuan bertanggung jawab atas kebakaran tersebut. Aturan itu akan dikenakan kepada perusahaan, terutama jika dampak kebakaran yang ditimbulkan masif seperti yang terjadi saat ini.

“Kami akan menindak perusahaan Malaysia pemiliki perkebunan di luar negeri, yang berkontribusi terhadap kabut asap akibat kebakaran di lahan mereka. Kami akan meminta mereka memadamkan api,” kata Mahathir, seperti dikutip dari The Star, Jumat (20/9).

“Jika mereka tidak mau mengambil tindakan, mungkin kami harus mengesahkan undang-undang, yang akan membuat mereka bertanggung jawab atas kebakaran di lahan mereka,” sambungnya.

Selain tindakan hukuman, para jajaran kabinet Mahathir juga setuju bahwa lokasi-lokasi titik api yang berkontribusi menciptakan kabut asap lintas negara diungkap ke publik. Pasalnya, hal ini menjadi penyebab perselisihan dengan Indonesia, tentang asal kabut asap dan siapa yang harus bertanggung jawab.

“Kita harus mempublikasikan lebih banyak di mana hotspot berada melalui pernyataan pemerintah. Warga kami sudah mengemukakan masalah ini dengan menteri-menteri Indonesia. Tapi mereka mengklaim kabut itu dari Malaysia. Karena itu kami harus menerbitkan peta yang menunjukkan gambar satelit hotspot,” tuturnya.

Sebelumnya, Indonesia menyebut ada empat perusahaan Malaysia yang diidentifikasi sebagai penyebab kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan. Menteri Energi, Sains, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklim Malaysia Yeo Bee Yin mengatakan, Indonesia punya otoritas penuh untuk menegakkan hukum di wilayahnya, bahkan jika pelakunya perusahaan asal Malaysia.

Selain itu, pemerintah Malaysia juga akan mendorong ASEAN memiliki metode yang efektif untuk mengatasi kabut asap dari Indonesia yang terjadi setiap tahun.

“Saya akan melakukan telekonferensi dengan sekretaris jenderal ASEAN untuk mengemukakan pandangan dan harapan kami. Jadi, akan ada mekanisme yang lebih efektif untuk mengatasi masalah ini dalam jangka panjang,” katanya dilansir dari Straits Times.

Saat ini, kesepakatan ASEAN terkait polusi asap lintas negara tidak mengizinkan negara-negara lain untuk mengambil tindakan terhadap negara penandatangan atau memberikan bantuan kecuali diminta oleh pihak yang terkena dampak.

“Kami membutuhkan kerja sama di tingkat regional dan kami percaya semua negara di ASEAN ingin menyelesaikan masalah ini. Malaysia sangat berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi jangka panjang,” pungkasnya.(der/fin/straitstimes)

Komentar

Berita Lainnya