oleh

PM Selandia Baru Banjir Pujian atas Responnya Terhadap Penyerangan di Christchurch

Setelah penembakan massal yang menewaskan lima puluh orang di Christchurch, banyak yang memuji respons Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.

Dia dengan cepat melabeli serangan tersebut sebagai aksi terorisme. Dan secara terus terang menyebut anggota parlemen Australia yang mengatakan imigran muslim berhubungan dengan kekerasan sebagai sebuah aib. “Kinerja Ardern sangat luar biasa. Dan saya percaya dia akan dipuji akan hal itu baik domestik maupun internasional,” kata komentator politik, Bryce Edwards.

Dilansir Washington Post, ketika ia pergi ke Christchurch pada sabtu (16/3/2019), sehari setelah penyerangan, Ardern mengunjungi pengungsi dan anggota komunitas muslim. Berpakaian hitam dan menggunakan penutup kepala bergaya muslim yang disebut hijab, ia dengan sedih mengatakan pada mereka bahwa seluruh negeri bersedih.

Negar Mortazavi, jurnalis Amerika Iran, menuliskan menggunakan hijab merupakan tanda penghormatan. Pakaiannya memenangkan hati banyak orang. Banyak orang juga memuji janjinya untuk membayar biaya pemakaman untuk seluruh korban dan menawarkan bantuan keuangan untuk keluarga yang ditinggalkan, juga aksi cepatnya terhadap perubahan hukum senjata. Pemerintahannya akan mengenalkan hukum senjata di parlemen minggu depan.

Sadiq khan, walikota London, mentweet foto Ardern yang sedang memeluk seorang perempuan muslim dan menulis bahwa ketika berada di London tahun lalu, dia membicarakan tentang pentingnya inklusivitas dan persamaan dalam masyarakat.

Cihangir Islam, anggota parlemen turki dari partai oposisi islam, juga memuji Ardern. “Dia mengatakan muslim sedang kesakitan, anda bersama kami! Dia secara simbolis menutup kepalanya ketika mendatangi sebuah rumah untuk berduka. Dia secara gamblang menggaris bawahi rasa hormat dan solidaritasnya. Betapa kami sangat haus akan keadilan dan pengampunan dalam administrasi negara,” tulis Islam.

Sebuah video yang menunjukkan Ardern memeluk seorang perempuan muslim dan menghiburnya menimbulkan reaksi yang sama. “Dapatkah anda bayangkan, seorang pemimpin dunia menunjukkan empati seperti ini? Terimakasih Jacinda Ardern, untuk mengingatkan dunia seperti apa seharusnya seorang pemimpin itu,” tulis Jonny Geller, seorang agen literatur London dalam sebuah postingan yang mendapatkan 58.000 like.

Fakta bahwa seorang pemimpin dunia menutup rambutnya untuk bertemu dengan muslim dengan cepat menjadi simbol pendekatan Arden. Foto Ardern yang mendengarkan dengan seksama dengan ekspresi yang sangat sedih di wajahnya sambil menggenggam kedua tangannya. Foto yang sudah tersebar di media sosial menunjukkan pujian potret pemimpin dengan welas asih. (fay/indopos.co.id)

Komentar

Berita Lainnya