oleh

PMK Hewan, Dinas Peternakan Tegaskan tak Menular ke Manusia

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumsel memberikan perhatian terhadap 10 ekor sapi milik peternak rumah tangga, di Kelurahan Margo Rejo, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, yang terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) beberapa hari lalu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ruzuan Effendi mengatakan bahwa telah mengeluarkan surat edaran ke seluruh kabupaten/kota untuk terus mengawasi pemasukan hewan dari luar daerah.

“Kita menurunkan tim untuk monitoring seluruh wilayah kabupaten/kota di Sumsel,” kata Ruzuan Effendi saat dihubungi melalui telepon, Jumat (13/5) pagi.

Dijelaskannya, telah monitoring langsung sejak mendapat kabar ditemukan sapi di Kota Lubuklinggau yang diduga (suspect) terpapar Penyakit Mulut dan Kuku(PMK) beberapa hari lalu.

“Saat kemarin, kawan-kawan kita dari laboratorium dan keswan kesnakes turun ke lapangan, salah satunya ke Lubuklinggau, karena disana merupakan perlintasan dari beberapa kabupaten kota dan provinsi. Tujuannya untuk mengambil sampel apakah memang ada, meskipun memang terdeteksi nanti akan kita kirim dulu ke laboratorium,” jelasnya.

Ketika disinggung mengenai awal mula penyakit ini, Ruzuan mengungkapkan bahwa penyakit PMK merupakan virus langka yang telah 30 tahun tidak terdeteksi di Indonesia.

“Sebelum di Sumsel, di Aceh lebih dulu dan lebih banyak sapi yang terapapar penyakit itu, namun untuk awal mula penyakit ini belum diketahui pasti,” ungkapnya.

Lanjut Ruzuan, penyakit tersebut hanya mempengaruhi kualitas daging hewan, dan tidak tidak menular ke manusia apalagi sampai menyebabkan kematian bagi orang yang mengkonsumsinya.

“Saya imbau untuk peternak sapi agar selalu menjaga kebersihan kandang sapi, peternakannya, dan terus mengecek serta mengontrol kesehatan hewannya,” tukasnya. (mg01)

Komentar

Berita Lainnya