oleh

PN Disemprot Disinfektan, Sidang Ditunda

PALEMBANG – Setelah sebelumnya PN Palembang meniadakan aktivitas sementara selama tiga hari karena 23 petugas termasuk diantaranya hakim reaktif saat rapid test COVID-19, Rabu (16/9) sejumlah petugas PN Palembang melakukan penyemprotan disinfektan.

Penyemprotan disinfektan itu dilakukan guna mengantisipasi serta memutus mata rantai penyebaran pandemi corona di lingkungan Pengadilan Negeri Palembang.

“Ya setelah kemarin ada beberapa rekan-rekan kita saat dicek rapid hasilnya reaktif, hari ini kita lakukan pencegahan dengan menyemprotkan disinfektan ke seluruh ruangan di lingkungan gedung PN Palembang,” kata Sekretaris PN Palembang Yetty Iriani Siregar SH saat dibincangi usai penyemprotan.

Ditambahkannya, penyemprotan dilakukan selama dua hari berturut-turut secara bergantian oleh beberapa petugas.

“Beberapa ruangan kita sterilkan dahulu, untuk itu kita lakukan lockdown selama 3 hari, mengenai aktivitas sidang juga apabila masa tahanan masih panjang kita tunda dahulu,” ujarnya.

Iriani juga mengatakan, setelah tiga hari penutupan, aktivitas di PN Palembang Senin (21/9) akan kembali berjalan seperti biasanya.

Dari pantauan, penyemprotan dilakukan pukul 10.00 wib terlihat sebanyak empat galon alat  disinfektan disiapkan oleh petugas PN Palembang.

Sementara itu, di bagian luar gedung nampak beberapa orang baik itu pengacara, keluarga terdakwa serta yang ingin mengurus keperluan hukum lainnya nampak kecewa dikarenakan lockdown yang terkesan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

“Jelas kami sangat kecewa, sejatinya hari ini dijadwalkan sidang perdana untuk klien kami, namun nyatanya tadi petugas pelayanan bilang ditutup sementara hingga Senin nanti,” ujar salah satu pengacara yang tidak ingin disebutkan namanya.

Hal senada diungkapkan Abidin, yang datang dari Indralaya guna menjadi saksi dalam sidang juga nampak kecele saat mengetahui bahwa sidang yang di maksud terpaksa ditunda.

“Ya, jadwalnya hari ini saya jadi saksi kasus pidana pencurian, jauh-jauh ke sini eh tidak jadi,” singkat Abidin. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya