oleh

PN Lock Down, Kejaksaan tak Terpengaruh

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Penutupan aktivitas sementara Pengdilan Negeri Palembang selama tujuh hari terhitung 13-19 Januari akibat adanya dua petugas dinyatakan positif COVID-19, tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja Kejaksaan, khususnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang.

Seperti yang diungkapkan oleh Kasi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Palembang Agung Ary Kusuma SH MH. Dia mengatakan tidak terlalu berdampak terutama terhadap jadwal-jadwal persidangan yang masa penahanan masih lama masih bisa diundur selama sepekan.

“Namun khusus untuk tahanan yang akan habis masa penahanannya masih tetap sidang seperti biasa,” kata Ary Kusuma ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (14/1).

Hal yang sama dijelaskan Ari terhadap pelimpahan berkas perkara dari Kejari kepada PN Palembang, yang menurutnya masih bisa diundur hingga tujuh hari ke depan.

“Terkecuali PN Palembang menutup aktivitas selama 14 hari atau lock down, itu baru menjadi kendala kita terutama untuk masa penahanan yang segera habis,” kata mantan Kasi Intel Kejari Denpasar ini kepada SUMEKS.CO.

Menurutnya langkah yang diambil oleh PN Palembang sudah sangat tepat terhadap upaya pencegahan penyebaran pandemi dengan melakukan lock down sementara selama 7 hari setelah dari 7 orang petugas, 2 diantaranya yang masih dinyatakan positif COVID-19.

“Yang terpenting tetap mematuhi protokol kesehatan seperti yang dianjurkan oleh pemerintah, selalu jaga jarak, pakai masker, dan menerapkan pola hidup sehat, dalam berkegiatan jika tidak terlalu mendesak sebaiknya dirumah saja,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan SUMEKS.CO pasca diberlakukannya lock down selama sepekan aktivitas PN Palembang baik agenda sidang ataupun upaya hukum lainnya di ruang sidang terlihat sepi berbeda dari biasanya. Hanya nampak ada beberapa petugas saja. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya