oleh

PN Palembang Sita Eksekusi 2 Aset Tanah dan Rumah Milik Perusahaan Property

PALEMBANG – Pengadilan Negeri Palembang Kelas IA Khusus melalui paniteranya Sri Prih Utami melakukan Sita Eksekusi terhadap dua aset tanah dan rumah milik perusahaan property yakni PT Cahaya Damai Propertindo yang terletak di perumahan Villa Intan Palembang I Dan II.

“Berdasarkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Palembang, tanah dan rumah diatasnya disita eksekusi oleh Pengadilan Negeri Palembang, terkait apakah ada pemilik lain yang mengklaim silahkan datang ke Pengadilan untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut,” kata Panitera Sri, Jumat (7/8/2020).

Saat dibincangi, Advokat M Daud Dahlan SH MH dan Advokat A. Rizal SH, Penasihat Hukum dari H Jeily Syahputra SH SE MH selaku Pemohon Eksekusi mengatakan kasus ini bermula saat klien kami membeli dua buah rumah milik PT Cahaya Damai Propertindo selaku termohon eksekusi yang terletak di Komplek Villa Intan II, kemudian saat ditanya sertifikat Hak milik kedua rumah tersebut, perusahaan bersangkutan selalu berdalih SHM kedua rumah tersebut belum ada.

Permasalahan ini sendiri sudah terjadi sejak 2 tahun yang lalu dan tidak ada solusi dari pihak PT Cahaya Damai Propertindo selaku termohon eksekusi, maka dilayangkan gugatan ke Pengadilan negeri Palembang kelas I a Khusus.

“Sudah mediasi tapi tetap tidak ada solusi, malah mereka memberikan jaminan sertifikat rumah lain kepada klien kami, karena secara hukum tidak ada jaminan, maka kita gugat di PN Palembang dan hasilnya gugatan kita diterima, dengan jaminan dua rumah tersebut, yakni tanah dan rumah di komplek Villa Intan Palembang I dan II,” katanya.

Setelah gugatan kami diterima dilakukan aamaning sebanyak tiga kali, namun pihak termohon eksekusi yakni PT Cahaya Damai Propertindo tidak pernah hadir. “Sudah dipanggil namun tidak ada itikad baik, jadi kita lakukan permohonan sita eksekusi dan dua rumah yang dijadikan jaminan tersebut sudah disita eksekusi hari ini (7/8/2020) oleh pihak pengadilan negeri,” kata Daud.

Total kerugian klien kami akibat perbuatan perusahaan property ini diperkirakan sekitar Rp500 juta, dan saat ini klien kita juga sudah melaporkan pemilik PT Cahaya Damai Propertindo, Sahala Firdaus Dolok Saribu ke Polda Sumsel atas perkara dugaan penipuan dan atau penggelapan.

“Klien kita sudah buat laporan, sebab indikasi dugaan tindakan penipuan atau penggelapan dalam perkara ini, jadi saat ini kami masih tunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian terkait laporan klien kami ini,” tambahnya.

Sementara itu, saat akan dikonfirmasi pimpinan PT Cahaya Damai Propertindo tidak bisa ditemui dan enggan memberikan tanggaan terkait perkara yang terjadi. “Maaf pak saat ini pimpinan kita juga tidak ada di kantor,” kata Medy salah satu petugas keamanan di Komplek Villa Intan Palembang I. (Alf).

Komentar

Berita Lainnya