oleh

Pola Makan Salah Picu Obesitas

PALEMBANG – Kasus obesitas mulai banyak muncul di Indonesia. Terakhir, kasus obesitas yang dialami Titi Wati (35) di Palangkaraya seberat 350 kg. Menurut Tina, putri Titi, ibunya dulu gemar memakan gorengan dan minum minuman manis. Akhirnya, Pemkot Palangkaraya turun tangan untuk mengurangi bobot Titi tersebut.

Sebelum Titi, ada juga dua bocah yang mengalami masalah obesitas. Yakni Arya Permana, bocah yang dulu menderita obesitas hingga 192 kg asal Karawang, Jawa Barat . Dan Rizki Rahmat Ramadan, yang sempat memiliki berat badan 119 kilogram. Seiring berjalannya waktu kedua anak laki-laki ini mengalami penurunan berat badan.
Arya berhasil menurunkan bobot hingga 100 kg. Sementara Rizki yang sempat dirawat intensif di RSUP dr Mohammad Hoesin Palembang berhasil mencapai berat badan 97 kg kala itu. Lalu, apa sih penyebab obesitas terhadap anak-anak dan dewasa dan bagaimana mengatasinya?

Dokter spesialis anak dari RSMH Palembang, dr Moretta Damayanti SpA (K) MKes, mengatakan, obesitas didefinisikan berdasarkan indek masa tumbuh (IMT) berat badan seseorang lebih dari standar. Dengan kata lain, kondisi kronis akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi.
Obesitas terjadi karena asupan kalori lebih banyak dibanding aktivitas membakar kalori. Sehingga kalori yang berlebih menumpuk dalam bentuk lemak. Kondisi tersebut dalam waktu lama menambah berat badan hingga mengalami obesitas.

“Penumpukan lemak tubuh ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius, seperti penyakit jantung, diabetes, atau hipertensi. Obesitas juga dapat menyebabkan gangguan kualitas hidup dan masalah psikologi, seperti kurang percaya diri hingga depresi,” kata dr Moretta. Tak hanya itu, obesitas juga berisiko membuat orang terkena kanker, penyakit hati, perubahan mood, gangguan reproduksi, dan dislopidemia.

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab obesitas pada anak. Seperti pola makan anak. “Misalnya, anak sulit makan, lalu diberikan susu formula lebih banyak,” imbuhnya. Padahal, lanjutnya, pemberian makan terhadap anak ada aturannya. Pada 0-6 bulan, anak harus sebisa mungkin ASI. Ketika sudah bisa makan, makanan pedamping diberikan waktu-waktu tertentu yang teratur.

“Begitu juga ketika anak sudah 3 tahun ke atas, beri makan utama pagi, siang, sore. Kemudian, cemilan dua kali sehari. Usahakan dengan makanan berserat, seperti buah-buahan,” jelasnya.(cj17/lia/ce3)

 

Komentar

Berita Lainnya