oleh

Polda Papua Sebut Kelompok Separatis Rancang Mogok Sipil

SUMEKS.CO- TIMIKA- Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw menyebut, kelompok bersenjata dan sejumlah kelompok separatis Papua Merdeka merancang aksi besar-besaran pada 10–11 Januari. Aksi itu disebut-sebut sebagai aksi mogok sipil nasional.

”Kejadian pembakaran pesawat MAF di Intan Jaya maupun penembakan helikopter milik PT Freeport Indonesia di Kampung Tsinga, Distrik Tembagapura, Mimika pada Rabu (6/1) semuanya berkaitan. Dari hasil pemantauan lewat sarana yang kami punya, memang benar mereka sedang merancang aksi pada 10 dan 11 Januari. KKB yang juga didukung kelompok separatis lain akan melakukan aksi,” kata Paulus Waterpauw seperti dilansir dari Antara di Timika.

”Antisipasi sudah kami lakukan di beberapa titik. Terutama di Tembagapura dan sekitarnya. Di beberapa wilayah, kita konsentrasikan kekuatan,” jelas Paulus Waterpauw.

Meski begitu, dia meminta semua pihak mengantisipasi gangguan kamtibmas di wilayah yang sulit dijangkau atau terisolasi karena pasukan TNI dan polisi belum tergelar sama sekali di daerah-daerah itu.

”Yang perlu kita waspadai terutama di dusun-dusun, kampung, dan distrik yang lokasinya sulit terjangkau karena kekuatan kami tidak bisa tergelar hingga di daerah-daerah itu,” terang Paulus Waterpauw.

Dia juga mengimbau para pihak yang berencana untuk melakukan perjalanan ke wilayah-wilayah yang sulit dan terisolasi itu agar berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk mendapatkan gambaran keadaan kondisi keamanan di daerah-daerah itu.

”Para pihak yang akan menuju ke beberapa titik kampung atau dusun atau distrik yang belum terjangkau oleh kami, tolong sinergi dengan kami. Tanya dulu sama kami bagaimana keadaan di sana sehingga ada dulu referensi dari kami untuk bisa memberikan pertimbangan bagi para pihak yang akan melakukan perjalanan ke sana. Kami tidak mengharapkan terjadi sesuatu kepada siapapun,” kata Paulus Waterpauw.

Menyangkut dugaan pelaku pembakaran pesawat MAF di Intan Jaya dan penembakan helikopter milik PT Freeport Indonesia yang dioperasikan PT Sayap Garuda Indonesia (SGI) di Tsinga, Distrik Tembagapura, Rabu (6/1), dia menegaskan, jajarannya masih terus mengecek informasi kelompok mana yang melakukan aksi itu.

”Itu yang sedang kami cek. Tadi subuh sudah saya minta ke sub satgas di sana tolong dicek dari kelompok mana pelakunya kalau memang benar itu dilakukan KKB. Apakah di situ ada daerah perlintasan KKB atau bagaimana,” tutur Paulus Waterpauw.

Dia menyatakan, dua kejadian kekerasan terhadap sarana transportasi sipil itu sengaja diciptakan untuk menunjukkan eksistensi kelompok separatis Papua di mata dunia internasional. Terutama negara-negara yang selama ini mendukung perjuangan melepaskan Papua dari NKRI.

”Itukan gerakan-gerakan yang sengaja mereka ciptakan untuk menunjukkan kepada dunia atau negara-negara pendukung bahwa mereka masih ada dan masih ada aktivitas politik dan sebagainya. Nanti rancangannya mereka melakukan mogok sipil di mana seluruh aktivitas akan dihentikan,” kata Paulus Waterpauw.

Paulus Waterpauw menyatakan, aparat TNI dan Polri serta seluruh kekuatan di Papua, tidak akan membiarkan aksi mogok sipil nasional itu terjadi.

”Makanya kemarin-kemarin itu ada kelompok kecil yang membawa aspirasi mau menolak Otsus itu kami redam atau padamkan di titik-titik awal sehingga mereka tidak jadi berkumpul menjadi satu yang bisa kemudian tercipta keinginan mereka untuk melakukan mogok sipil ini,” ujar Paulus Waterpauw.(jpg/jawapos)

 

Komentar

Berita Lainnya