oleh

Polda Sumsel Memaksimalkan Peran Bhabinkamtibmas untuk Mencegah Tambang Ilegal

SUMEKS.CO – Polda Sumsel mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan penambangan batu bara ilegal. Hal itu untuk mencegah kembali terjadinya kasus tanah tambang longsor yang terjadi di Desa Penyandingan Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi MM mengatakan, pihaknya sudah dan terus akan melakukan pembinaan, pengawasan dan penertiban dengan memaksimalkan peran Bhabinkamtibmas.

“Kita melibatkan Bhabinkamtibmas yang ada di pelosok Desa. Jika ditemukan pembukaan tambang, kita akan cegah dan berikan tindakan tegas,” katanya, Sabtu (24/10/2020).

Polda Sumsel dalam hal ini Pores Muara Enim yang dibackup oleh Ditreskrimsus sudah menetapkan tiga tersangka dari kasus tewasnya 11 peker tambang batu bara ilegal yang terjadi Rabu (21/10/2020) lalu.

Ketiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka hasil dari penyelidikan yakni yakni BG (38), warga Desa Penyandingan, MD (26), warga Lampung dan DG (35), warga Bandung.

Mereka terancam Pasal 158 UU No.4 Tahun 2009 tentang mineral dan batubara (Minerba) yang mengatur Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Pertambangan Rakyat (IPR) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

“Kita juga mengamankan barang bukti empat buah cangkul, dua buah rencong, dan tiga buah ember yang digunakan untuk melakukan aktivitas tambang ilegal tersebut,” terang Supriadi.

Sementara, untuk pemilik lahan perkebunan kelapa sawit Helmi dan pengelola tambang Ita, saat ini masih terus dimintai keterangan oleh penyidik.

“Kasus tambang ilegal yang menelan 11 korban jiwa ini akan terus diusut. Semua orang yang terlibat dalam kegiatan akan terus diproses,” tegas Supriadi.

Seperti diketahui, 11 pekerja tambang batubara ilegal, di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim tewas, Rabu lalu. Ini disebabkan, tambang ilegal tersebut longsor.(dho)

Komentar

Berita Lainnya