oleh

Polisi Amankan Empat Mobil, Lima BPKB Palsu, dan Kejar Otak Pelaku

SUMEKS.CO – Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sumsel mengamankan empat unit mobil dan lima buku Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) palsu, setelah sebelumnya mengungkap pemalsuan BPKB.

Temuan ini berawal dari masyarakat yang akan melakukan balik nama kendaraan di Ditlantas Polda Sumsel belum lama ini.

“Empat kendaraan roda empat yakni mobil yang sudah diamankan,” kata Direktur Lalu lintas Polda Sumsel Kombes Pol Juni, kepada awak media Senin (31/8/2020).

Mobil yang diamankan berasal dari Palembang dan luar Palembang. “Tiga unit diamankan di Ditlantas, dan satu unit di Muara Enim,” terangnya.

Adapun modusnya yakni, pelaku membuat laporan palsu bahwa telah kehilangan BPKB. Lalu mereka membuat BPKB Palsu yang kemudian di-leasing-kan.

Direktur Ditlantas Polda Sumsel Kombes Pol Juni menunjukkan BPKB yang dipalsukan dengan yang asli.

“Pelaku pemalsuan BPKB ini masih dalam penyelidikan. Namun diduga satu orang pelaku yang melakukan pemalsuan sudah diketahui. Pemalsuan dilakukan di luar Palembang,” terang Juni lagi.

Juni juga menyebut, diduga pelaku sudah beraksi satu hingga dua tahun ini. “Untuk penyelidikan pelakunya sudah didalami oleh Ditreskrimum Polda Sumsel,” ujarnya.

Ciri-ciri BPKB Palsu dan asli antara lain dijual dengan harga murah di bawah pasaran. Jenis kertasnya juga berbeda, selain itu hologram-nya yang tidak dapat ditiru.

“Seperti warnanya yang lebih terang kalau yang palsu dan kalau yang asli warnanya tidak terang,” ungkap Juni.

Terkuaknya pemalsuan BPKB ini yakni ada korban atas nama Fanda yang merentalkan mobil Toyota Avanza BG 1757 RY kepada temannya L. Saat itu Fanda membutuhkan uang Rp 65 juta, sehingga L mencarikan uang tersebut.

Setelah uang didapat, Fanda meminta waktu satu bulan untuk mengembalikan uang tersebut. Selama satu bulan, mobil ternyata direntalkan dan diduga A sudah memalsukan BPKB mobil milik Fanda.

Diketahui kalau BPKB mobil palsu setelah suami Fanda bertemu dengan A, sempat terlibat ribut mulut karena suami Fanda merasa mobil tersebut miliknya.

Lalu mobil dibawa ke Ditlantas untuk mengecek dan saat itulah diketahui kalau BPKB yang dibawa tersebut adalah palsu.

“Ada lima BPKB palsu yang sudah diamankan. Untuk mobil Toyota Avanza dilimpahkan ke Polsek Sukarami, karena korban membuat laporan di sana. Dan Dua unit mobil Isuzu Panther akan diserahkan ke Ditreskrimum Polda Sumsel,” tukas Juni.(dho)

Komentar

Berita Lainnya