oleh

Polisi Beberkan Kronologis Lima ABK Tewas di Kapal Ikan Kepulauan Seribu

JAKARTA- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan pengungkapan lima mayat ABK yang ditemuka di dalam freezer kapal ikan, KM Starindo Jaya Maju IV di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu.

Awalnya, pihaknya tengah menggelar Operasi Yustisi di kapal tersebut. Dari pemeriksaan data manifest seharusnya ada 43 ABK. Namun, saat dilakukan pengecekan hanya tersisa 38 orang.

“Limanya meninggal dunia disimpan di dalam freezer,” kata Yusri di Polda Meteo Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2020).

Yusri menyebut, dari pengakuan pihak kapal, lima ABK tersebut disimpan di dalam freezer karena jadwal kapal bersandar ke darat beberapa pekan kedepan.

Atas hal itulah, pihaknya berinisiatif menyimpan korban di dalam freezer.

“Karena diduga masih ada jarak dua minggu untuk sampai daratan (makanya disimpan di freezer,” ungkapnya.

Selain itu, kata Yusri, lima ABK meninggal diduga karena usai melakukan pesta miras oplosan

Namun, untuk memastikan penyebab kematian lima jenazah tersebut, kini pihaknya tengah melakukan autopsi 5 jenazah tersebut ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Merak pesta miras oplos miras lima korban itu di kapal dan mengakibatkan lima orang itu meninggal dunia. Nanti penyebabnya bisa diketahui dari dari hasil autopsi,” ungkapnya.

Sebelumnya Polisi menemukan lima mayat anak buah kapal (ABK) yang tersimpan dalam freezer kapal ikan, KM Starindo Jaya Maju IV di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Kamis (17/9). Penemuan mayat tersebut bermula dari patroli menyosialisasikan protokol kesehatan Covid-19 atau Operasi Yustisi.

Kini kelima mayat tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk keperluan autopsi. Autopsi itu dilakukan untuk memastikan penyebab kematian kelima korban yang tersimpan di lemari pendingin itu. (fir/pojoksatu)

 

Komentar

Berita Lainnya