oleh

Polisi Gadungan Ini Terciduk Usai Ditabrak Korbannya

PALEMBANG – Agar dapat memeras korbannya, Apriadi (35) nekat menyamar menjadi polisi gadungan.  Bermodal kaos coklat bertuliskan “polisi”, pelaku sudah berhasil tujuh kali mengelabui korbannya dengan berpura-pura menjadi polisi.

Korban terakhir yang diperas pelaku adalah sopir pikap bernama Andi Sofian dan istrinya. Kejadiannya, Jumat (28/12/2018).

Diakui warga Jl Kasnariansyah, Kelurahan 20 Ilir D IV, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, pelaku mendapat baju polisi dari seseorang yang sudah lama dikenalnya.

“Korban aku biasonyo sopir mobil pikap. Modusnya aku setopi dengan caro motor aku tarok melintang di depan mobil dio. Terus aku tanyo surat-surat korban. Sudah itu aku mintak duet,” ujarnya saat rilis di Mapolsek IT I, Senin (7/1).

Menurutnya, saat itu dirinya meminta uang rokok dan diberi oleh Andi Sofian sebesar Rp20 ribu. Lalu, pelaku melihat tas milik istri korban yang penuh dengan uang.

Kemudian pelaku langsung mengancam istri korban dan merampas tas tersebut serta langsung kabur. “Ternyata aku dikejer korban dan istrinyo teriak jambret. Terus aku ditabrak korban dari belakang,” tuturnya sambil menunduk.

Dikatakan pelaku, dirinya sudah melakukan pemerasan dengan menjadi polisi gadungan susah tujuh kali. Uang yang paling besar ia terima dari aksi tersebut Rp1,4 juta dan paling kecil Rp300 ribu. “Duetnyo untuk bayar kontrakan dan kehidupan sehari-hari. Selamo ini dak pernah ketangkep. Baru kali inilah,” imbuhnya.

Kapolsek IT 1 Kompol Edi Rahmat didampingi Kanit Reskrim Ipda Jhony Palapa menuturkan, tersangka berupaya kabur usai merampas tas korban dan tertangkap setelah korban menabrak sepeda motor yang dikendarai tersangka. Tersangka melakukan penodongan dengan cara menggunakan modus menjadi polisi gadungan.

“Tersangka ini sudah beraksi sebanyak tujuh kali, baik di wilayah Polsek IT 1, Polsek IB 1 dan Polsek Kemuning. Tersangka beraksi seorang diri. Ketika beraksi selalu mengenakan baju kaos bertuliskan polisi dan membawa senjata tajam,” terangnya. (wly)

Komentar

Berita Lainnya