oleh

Polisi Gagalkan Rencana Demo Pelajar di Palembang

SUMEKS.CO – Polisi menggagalkan rencana aksi demo yang akan dilakukan oleh ratusan siswa SMA/SMK yang ada di Palembang, Kamis (26/9) sekitar pukul 11.00 WIB. Polisi sebelumnya mencurigai titik kumpul para pelajar di sejumlah kawasan di Palembang. Seperti di kawasan Kambang Iwak, Lapangan Hatta dan di sejumlah jalan protocol.

Mereka diamankan oleh polisi yang sedang berpatroli dan sebagian lagi oleh polisi yang berpakaian preman.

“Sekitar ratusan siswa yang ikut kita amankan dari kalangan pelajar SMK/SMA di Palembang termasuk yang berasal dari luar kota Palembang. Diduga pelajar ini akan melakukan demonstrasi di berbagai tempat seperti di Kambang Iwak,” terang Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansah, yang ditemui di kawasan Bundaran Air Mancur Masjid Agung Palembang, Kamis (26/9).

Dia menambahkan, pelajar yang diamankan setelah diambil datanya langsung kita serahkan ke pihak sekolah masing-masing tidak dilakukan penahanan, namun ada sejumlah pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam langsung kita amankan ke Polresta Palembang.

“Semua yang terlibat dan dibawa oleh anggota, diambil datanya dan kita kembalikan ke sekolah masing-masing. Dan bagi yang terbukti membawa senjata tajam kita lakukan penyidikan lebih lanjut,” tukasnya.

Dari pantauan SUMEKS.CO di lapangan, Polda Sumsel dan Polresta Palembang tampak menerjunkan sejumlah anggota berpakaian lengkap dan berpakaian preman. Sejumlah kendaraan taktis juga diturunkan.

Terlihat juga Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan yang datang mengendarai sepeda motor khusus itu ikut menanyakan identitas pelajar dan juga menasihati para pelajar yang diamankan.

Sementara itu, Ar (17), salah satu siswa yng ikut diamankan, mengaku hanya ikut-ikutan saja setelah pulang. “Tiba-tiba kami dihadang pas balik dari sekolah Kak. Mereka mintak antar ke Kambang Iwak atau air mancur dan kami disetop samo polisi,” ujarnya meringis

Sementara itu, Kepala Disdik Provinsi Sumsel Widodo, dirinya sudah menegaskan dan memberikan informasi kepada seluruh Kepala Sekolah negeri dan swasta yang ada di Sumsel untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Selama jam pelajaran tidak boleh ada yang keluar dari sekolah. Saya perintahkan untuk mengecek di kelas, jika tidak cukup jumlah siswanya bisa mengabarkan kepada orang tua. Bisa berkoordinasi dengan pihak keamanan jika anak-anak tidak sekolah dipastikan berada di rumah dan dalam keadaan aman. Dan hal ini baru dua hari ini saya imbau kepada sekolah termasuk subuh tadi saya sudah memberikan informasi ulang hal tersebut,” tukas Widodo.(dho/tj)

 

Komentar

Berita Lainnya