oleh

Polisi Gelar Reka Ulang Dua Versi

-Hukum-95 views

Palembang – Untuk melengkapi berkas penyidikan tahap pertama ke pengadilan, Senin (9/9) siang, Unit II Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel menggelar reka ulang terhadap kasus pembunuhan terhadap tewasnya seorang juru parkir (jukir) Alex Subrata, di pasar Mega Asri, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Rabu (31/7) lalu.

Polisi langsung menghadirkan tersangkanya Dedi Adriani alias Bonjes di setiap adegan reka ulang yang digelar dua versi. Pada versi pertama dilakukan adegan sebanyak 18 kali dan pada versi kedua sebanyak 18 kali.

Pada adegan pertama di reka ulang versi pertama, tampak tersangka Bonjes sedang duduk di atas motor di area parkir yang dia jaga. Lalu datang korban Alex Subrata langsung menyerang tersangka dengan menggunakan pedang yang melukai tubuhnya. Lalu tersangka berdiri, korban Alex kembali mengayunkan pedang.

Adegan selanjutnya, tersangka kemudian kabur dengan cara berlari ke arah pasar. Lalu dari arah kejauhan korban melihat keberadaan Bonjes yang membawa pedang dan menyerang korban. Korban kemudian membalas dengan melukai punggung sebelah kanan tersangka.

Adegan ke 10, tersangka Bonjes menangkis serang korban dengan pedang yang sudah, keduanya saling serang. Korban terjatuh dan tersangka terus menyerang dengan cara membacok leher korban bagian belakang sebanyak dua kali. Adegan terakhir tersangka kembali berhasil kabur.

Kanit II Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Bakhtiar SH, mengatakan, menurut keterangan saksi ada versi lainnya. “Kita melakukan reka ulang sesuai keterangan dari tersangka Bonjes,” ujar Bakhtiar.

Sebanyak 17 adegan pada versi kedua, polisi menampilkan dua pelaku yang masih DPO yang sudah diketahui identitasnya dan satu DPO yang belum diketahui identitasnya diperankan pengganti. Namun untuk tersangka tiap adegan tetap diperankan langsung oleh Bonjes.

Dari keterangan saksi yang berada di lokasi kejadian, korban sempat dianiaya dengan cara diterjang oleh Rudi alias Ompong (DPO) dan dipukul menggunakan bambu panjang oleh DPO yang belum diketahui identitasnya. Adegan selanjutnya tersangka Pak Cik yang berada di lokasi kejadian juga melukai korban hingga berlumuran darah.

“Kita buat dua versi, satu versi dari tersangka dari keterangannya dengan 18 adegan. Dan versi dari saksi di lokasi kejadian ada 17 adegan. Kita ikut keterangan dari tersangka sendiri. Dari versi kesaksian ada empat pelaku, namun tiga lainnya DPO,” ujar Kasubidt III AKBP Yudi Suharyadi SIK melalui Kompol Bakhtiar SH.(dho)

Komentar

Berita Lainnya