oleh

Polisi Gelar Reka Ulang Kasus Pengeroyokan Hingga Tewas

SUMEKS.CO – Penyidik Unit Reskrim Polsek Plaju Palembang menggelar rekontruksi ulang atau reka ulang tewasnya Arif Alhakim akibat dikeroyok oleh empat orang pelaku, Sabtu (4/4/2020).

Reka ulang ini dilakukan di dua lokasi kejadian untuk melengkapi berkas perkara yang akan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum dalam waktu dekat. Penyidik menampilkan dua tersangka yakni FM dan SW, sedangkan dua pelaku RY dan TP saat ini masih berstatus DPO.

Rekontruksi yang dilakukan sebanyak 26 adegan ini terlihat korban dikeroyok dengan cara ditendang oleh pelaku SW pada bagian kepala hingga jatuh terduduk. Lalu pelaku FM memukul korban menggunakan gagang senjata tajam yang sengaja dibawa.

Lalu, di lokasi Jl DI Panjaitan terlihat pelaku membawa korban menuju rumah pelaku TP. Saat tiba di rumah TP, para pelaku langsung mengeroyok korban sambil menanyakan keberadaan temannya.

Dalam rekontruksi ini juga, tampak keluarga korban yang melihat langsung bagaimana kejadian sebenarnya. Sempat beberapa kali keluarga korban menghardik kedua pelaku

“Kami sangat kesal dan geram dengan ulah para pelaku yang tegas mengeroyok hingga keluarga kami meninggal dunia. Kami berharap agar pelaku dan dua pelaku lagi yang masih DPO segera ditangkap dan diberikan hukuman yang setimpal,” sesal salah seorang keluarga korban.

Kapolsek Plaju AKP Tamimi melalui Katim III Riksa, Aiptu Zulkifli mengatakan, rekontruksi ulang dilakukan di dua lokasi. Sebanyak 6 adegan di Kecamatan Plaju dan adegan ke-7 hingga adegan ke-26 dilakukan di Lr Asri hingga ke rumah pelaku TP (DPO).

“Rekontruksi ulang ini dilakukan untuk mengetehui peran masing-masing tersangka. Secepatnya berkas akan segera kita limpahkan ke Pengadilan,” terang Zulkifli.

Sebelumnya, aparat Unit Reskrim Polsek Plaju berhasil menangkap dua orang dari empat pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korbannya yakni Arif Alhakim tewas. Tersangka yang diamankan yakni berinisial FM dan SW.

Kejadian ini bermula saat tersangka FM sedang duduk bersama SW, Jumat (20/3/2020), sekitar pukul 20.15 WIB. Tidak lama datang RY (DPO) dengan mengatakan bahwa adiknya yang berinisial TP (DPO) berkelahi dengan korban dan diancam akan dibunuh.

Mendengar kabar itu kemudian FM bersama SW dan RY (DPO), pergi ke Jl Panjaitan, Lr Daruruhama, Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju, Palembang, dengan maksud menemui korban sambil membawa sajam jenis pedang.

Saat itulah kepala korban langsung dipukul tersangka FM menggunakan gagang senjata tajam. Sedangkan pelaku TP (DPO) memukul kepala korban menggunakan gelas. Sedangkan tersangka SW menendang kepala korban.(dho)

Komentar

Berita Lainnya