oleh

Polisi: Provokator Tangerang adalah Kelompok Anarcho Syndicalism

SUMEKS.CO-Tangerang-Polisi masih melakukan pengembangan kasus vandalisme bernada hoax dan hasutan yang belakangan marak terjadi di tengah wabah Covid-19. Total ada 5 orang yang sudah diamankan dalam kasus ini. Mereka diketahui bagian dari kelompok Anarcho Syndicalism.

“Ini kelompok yang selama ini sudah cukup dikenal,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana di Polda Metro Jaya, Sabtu (11/4).

Motif mereka membuat keonaran ini, disebut Nana, merupakan bentuk kekecewaan kepada kebijakan yang dibuat pemerintah. “Mereka ini tidak puas dengan kebijakan pemerintah dan berupaya memanfaatkan situasi di mana masyarakat sedangan resah (dengan Covid-19). Mereka mengajak masyarakat untuk melakukan keonaran,” jelas Nana.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-undang RI Nomor 1 tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 160 KUHP. Mereķa terancam hukuman berupa pidana penjara 10 tahun.

Sebelumnya, Di tengah pandemi Covid-19, warga Kota Tangerang, Banten digegerkan dengan sejumlah aksi vandalisme yang dilakukan sekelompok orang. Mereka membuat tulisan bernada berita bohong atau hoax dan provokatif.

Setelah dilakukan pengejaran, polisi berhasil mengamankan 5 orang pelaku. Mereka adalah MRR, 21; AAM, 18; RIAP, 18; RJ, 19; dan RK. Para pelaku ini membuat tulisan dengan kalimat ‘sudah krisis saatnya membakar‘ dengan cat pilox di tembok sebuah toko di Pasar Anyar Jalan Kiasnawi Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang.

Masih di komplek pasar yang sama, pelaku juga membuat tulisan lain dengan kalimat ‘kill the rich‘, disertai lambang huruf ‘A‘ layaknya lambang anarki. Pelaku juga membuat tulisan lain yakni ‘mati konyol, apa mati melawan‘ di tembok Jalan Kali Pasir, Kota Tangerang.(jawapos/radar/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya