oleh

Polisi Selidiki Kasus Pembakaran Ponpes di Lamongan, ini Keterangan Kasat Reskrim?

SUMEKS.CO- LAMONGAN-Satuan reserse kriminal ( Satreskrim ) Polres Lamongan melakukan penyelidikan dalam kasus dugaan pembakaran Pondok Pesantren ( Ponpes) Ma’had Al – Furgon Muhammadiyah yang berlokasi di Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan yang terjadi pada Jumat (08/01/21).

Dalam kasus ini polisi memeriksa 8 saksi. Delapan saksi tersebut diantaranya pengurus ponpes tersebut dan warga sekitar yang mengetahui kejadian itu. Selain memeriksa 8 saksi, polisi juga membawa sejumlah bukti berupa rak sepatu yang hangus terbakar, sepatu, serta material abu sisa pembakaran.

“Kami sudah memeriksa 8 saksi. Mereka sudah kami mintai keterangan dan beberapa barang bukti juga sudah kami amankan di Mapolsek Laren,” kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP David Manurung, Senin (11/01)

Tak hanya itu dikabarkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim dijadwalkan akan mengunjungi lokasi ponpes yang terbakar. Terkait hal itu, David engan berkomentar lebih jauh.

“Nanti hasilnya pasti kami akan sampaikan,” kata David.

Terpisah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Laren, Suripto berharap agar polisi dapat segera mengungkap motif dan pelaku pembakaran. Sebab, diaukinya, pembakaran itu cukup membuat cemas.

“Harapan kami, pelaku bisa segera ditangkap, karena pembakaran ini merupakan ancaman bagi kami. Pondok ini dibakar dua kali dan jaraknya hanya satu Minggu, itupun dilakukan pada saat kami menunaikan salat Jumat,” ungkapnya.

Pengasuh pondok tidak tahu motif pelaku pembakaran

Pesantren di Lamongan Dua Kali Terbakar, Diduga Sengaja DibakarPengasuh Ponpes menunjukkan lokasi bangunan yang habis terbakar. IDN Times/Imron

Pengasuh Ponpes M. As’ad Abdul Bari’ mengatakan bahwa dugaan aksi pembakaran yang dilakukan oleh oknum tak dikenal tersebut dilakukan kemarin sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, Ponpes dalam keadaan sepi karena para santri tengah diliburkan.

“Kita juga tidak tahu, apa motif pelaku pembakaran ponpes, tapi yang jelas dengan adanya peristiwa ini, orang tua santri trauma, karena mereka was-was hal ini bisa kembali terjadi,” kata As’ad, Sabtu (9/1/2021).

“Barusan kemarin mas terjadi pembakaran di awal bulan ini asrama santri laki-laki, sekarang yang dibakar asrama putri. Dan ini kami anggap sebagai bagian dari teror buat kami,” terangnya.

Polisi kesulitan mengungkap kasus pembakaran ponpes yang pertama

Pesantren di Lamongan Dua Kali Terbakar, Diduga Sengaja DibakarPengasuh Ponpes menunjukkan lokasi bangunan yang habis terbakar. IDN Times/Imron

Setelah aksi pembakaran yang pertama, pihak pengurus Ponpes sebenarnya sudah melaporkan kasus tersebut ke polisi. Polisi sendiri juga sudah melakukan identifikasi di lokasi kejadian. Namun, sejak pembakaran yang pertama, polisi tak kunjung menemukan pelaku pembakaran.

“Setelah kejadian kami melaporkan kasus ini ke polisi. Dan polisi sendiri bilang ke saya, kasus ini sulit diungkap karena di lokasi pondok tidak ada kamera CCTV, dan akhirnya kasusnya pun dihentikan,” jelasnya.

Polisi dapat menangkap pelaku pembakaran

Pesantren di Lamongan Dua Kali Terbakar, Diduga Sengaja DibakarPengasuh Ponpes menunjukkan lokasi bangunan yang habis terbakar. IDN Times/Imron

Akibat kejadian tersebut, pihak Ponpes mengalami kerugian hingga Rp20 juta. “Saya minta kepada seluruh pemuda Muhammadiyah agar tetap bersabar menghadapi ujian ini dan tetap menahan diri biar pihak polisi la yang mengusut tuntas kasus tersebut,” pungkasnya.

Sementara hingga berita ini ditulis, Kapolsek Laren AKP Suwandi belum bersedia memberikan keterangan karena sedang menggelar rapat.  “Nanti dulu mas saya lagi rapat, nanti saya hubungi kembali,” pungkasnya.

(IDNTimes/RB/RADARBANGSA)

Komentar

Berita Lainnya