oleh

Polisi Tembak Pelaku Begal yang Datangi Korban Karena Kesal Dilaporkan

SUMEKS.CO – Kesal lantaran korban melaporkan kasus yang dialaminya ke polisi, dua pelaku begal mendatangi korban dan nekat menusuk korbannya hingga terluka.

Aksi Pelaku Riko Suprianto Wijaya alias Riko (19), warga Jl Manunggal, Lr Beringin 2, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan IB II Palembang ini dibekuk Unit 4 Subdit 3 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kamis (13/2/202) malam.

“Pelaku Riko ini tahu domisili korban dari teman-temannya. Pelaku kesal karena korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi,” Kata Kasusbit Jatanras Kompol Suryadi SIk didampingi Kanit IV Kompol Zainuri SH, Jumat (14/2/2020) siang di Mapolda Sumsel.

Pelaku Riko berhasil ditangkap namun mencoba melakukan perlawanan dan kabur. “Anggota lakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkannya,” terang Suryadi.

Riko saat beraksi bersama temannya Ib (17), warga Rambutan Dalam, Lr Rawa Sari 5, RT 030, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan IB II dan Ipan (DPO).

Kejadiannya di Jl Rambutan Dalam, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan IB II, Sabtu (14/12/2019) lalu sekitar pukul 23.30 WIB. Malam itu korban M Laksana Cahaya (16), warga Jl Sultan Mansyur, mengendarai motor Honda Beat BG 2424 NB melintas di lokasi kejadian.

“Tiga pelaku yang modusnya berjalan kaki langsung mencegat korban dengan pisau. Pelaku Riko yang mengancam ke dada korban, dua pelaku lain memegang stang motor. Ketiga pelaku berhasil kabur membawa motor korban,” beber Suryadi.

Motor dijual kepada penadahnya Bambang Hermanto (38), warga Jl Karet, Rusun Blok 20, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan IB I Palembang dan Muhammad Agus (41), warga Jl Rambutan Dalam, RT 030, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan IB II Palembang.

Pelaku Riko mengaku motor milik korban dijual seharga Rp2 juta kepada penadah Agus melalui perantara Bambang. “Aku dapat Rp400 ribu, aku belikan sabu-sabu. Karena wong banyak kami bebagi bae Pak,” ujar pelaku Riko yang meringis menahan luka tembak di kaki kirinya.

Usai aksinya pelaku Riko kabur ke Tangerang. “Aku balik karena rindu dengan keluarga. Aku kabur ke Tangerang jadi kernet bus di Jakarta,” tukas Rio.(dho)

 

Komentar

Berita Lainnya