oleh

Polisi Tembak Perampok Sadis Lintas Provinsi

SUMEKS.CO, SEKAYU – Tim Srigala Sat Reskrim Polres Musi Banyuasin bersama Polsek Bayung Lencir berhasil bekuk tersangka perampok sadis, yang terjadi di Desa Sido Mulyo, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), pada September 2012 silam.

Tersangka Sutarwan (41), warga Desa Lubuk Seberuk, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten OKI, ditangkap saat berada di tempat persembunyiannya di Kabupaten Pematang Siantar, Sumatera Utara, Senin (22/2/2021).

Saat diamankan tersangka melawan. Petugas pun terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur, mengenai kaki kanan tersangka yang sudah beraksi di sejumlah Provinsi di Sumatera.

Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya  SH Sik, mengatakan, pelaku bersama 11 orang komplotannya melakukan aksi perampokan di rumah korban Jasri dan Simon Simare-Mare dengan menggunakan senjata api sekira pukul 01.00 WIB, Selasa (11/9/2012) lalu.

Dari perampokan itu komplotan ini berhasil membawa uang sebesar Rp 40 juta dari rumah korban Jasri dan uang Rp 53 juta, 2 suku cincin emas, 3 suku kalung emas, satu unit sepeda motor. Para tersangka juga menembak anak korban yakni Chandra Simare Made sebanyak dua kali dan menyiksa sejumlah korban.

“Tersangka diketahui memiliki banyak laporan tindak pidana yakni 2 laporan di Polsek Bayung Lencir, 3 laporan di Polsek Sungai Lilin, dan 3 laporan di Polres OKI, serta OKU Timur,” ujar Erlin didampingi Kabag Ops Kompol Zulkifli, Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin dan Paur Subbag Humas Iptu Indra Jaya, Jumat (26/2/2021).

Kapolres menambahkan, bahwa tersangka ini pemain lama, spesialis perampok dobrak pintu.

Saat beraksi korban ditodong dan kalau melawan ditembak mati. Tak hanya Bukan hanya Sumsel, komplotan pelaku ini juga merampok di Lampung, Jambi, dan Bengkulu. Bahkan aksi pelaku dan komplotannya telah membunuh sejumlah orang. “Sadisnya lagi kawanan ini juga berperan sebagai pembunuh bayaran,” jelasnya

Nah dengan ditangkapnya pelaku Sutarwan, kata Erlin, masih terdapat delapan pelaku lagi yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sedangkan tiga pelaku lain telah ditangkap yakni Dwi Winarno dan Andi Prihariyabto masing-masing divonis 12 tahun penjara, lalu Walang yang ditembak mati.

“Masih ada 8 pelaku lagi yang saat ini berstatus DPO. Saya imbau kepada para pelaku yang masih belum tertangkap agar segera menyerahkan diri ke pihak yang berwajib, Jika tidak Ingin Press Release di kamar jenazah,” tegasnya

Di hadapan polisi, pelaku Sutarwan mengatakan, selama pelarian dirinya berpindah-pindah tempat persembunyian untuk menghindari penangkapan dari pihak kepolisian.

“Saya bersembunyi di banyak tempat. Saya di tempat persembunyian dipanggil dengan nama Bintang, dan di Pematang Siantar saya baru tiga bulan,” bebernya.

Setiap beraksi dia juga mengaku selalu bersama-sama. “kita selalu membawa senjata api. Kalau korban melawan kita tembak mati,” tandasnya.(boi/dho)

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Berita Lainnya