oleh

Polisi Terus Kejar Sindikat Spesialis Perampokan Truk yang Masih Kabur

SUMEKS.CO – Hingga saat ini Unit 3 Subdit 3 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, masih terus melakukan pengejaran empat orang yang merupakan sindikat spesialis perampokan truk lintas Sumsel. Aksi kawanan ini terakhir diketahui di kawasan terminal Km 32 Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, 12 Februari 2020 malam.

Polisi lebih dulu membekuk kawanan ini, yakni Merianto alias Meri (44), warga Jl Tanjung Rawo, Palembang dan Dedi Rianto alias Dedet (44), warga Dusun II, Desa Purun, Kabupaten Pali, Sabtu (15/2/2020) malam lalu.

“Kita masih terus mengejar empat pelaku lagi yang masih buron. Sindikat ini beraksi saat korbannya sedang turun dari mobil dan akan membuang air kecil,” terang Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi dan Kanit Kompol Junaidi SH, Jumat (21/2/2020) sore.

Kedua pelaku yang ditangkap, menurut Suryadi diringkus di Kecamatan Lempuing, Desa Tebing Suluh, OKI saat hendak menjual truk hasil curian. Sedangkan empat pelaku lainnya Sarnedi, Julianto, Matsirih dan Gonot (DPO) masih dalam pengejaran.

“Dalam aksinya, salah satu pelaku langsung menyerang korban dengan memukulkan gagang senpi rakita ke kepala sopir. Komplotan ini merupakan pelaku spesialis perampokan mobil truk dimalam hari,” beber Suryadi.

Selain memukul kepala sopir (korban), pelaku juga menyekap kernet truk. Setelah kernet disekap pelaku langsung merampas mobil truk korban.

Suryadi menyebut, pelaku Meri diketahui seorang residivis dalam kasus yang sama yang yang pernah menjalani hukuman selama 1,6 tahun.

“Kita berhasil mengamankan satu unit mobil truk yang milik korban yang warna bak truk sudah diubah dan dicat. Kedua pelaku kita berikan tindakan tegas terukur karena melakukan perlawanan dan mencoba kabur saat akan ditangkap,” bebernya.

Pelaku Dedet, kepada polisi mengaku, aksi perampokan ini dengan mengendarai mobil Toyota Avanza warna putih. “Pas sopir truk turun langsung kami pepet dan kami sekap Pak. Korban dipukul dengan gagang senpi. Kernet kami ikat terus kami bawak lari truknyo,” aku Dedet.

Rencananya, truk tersebut akan dijual seharga Rp40 juta di kawasan Lempuing, Tebing Suluh, Kabupaten OKI. “Duit nak dibagi enam Pak. Tapi belum sempat kami sudah ditangkap,” pungkas Dedet.(dho)

Komentar

Berita Lainnya