oleh

Polisi Wanita Ini Bongkar Pembuatan Mie Suhun Tercampur Kecoa

SUMEKS.CO – Polsek Talang Kelapa gerebek Pabrik Mie Suun ilegal di Jalan Pangeran Ayin, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (22/1/2020).

Dalam penggerebekan yang dilaksanakan secara gabungan bersama pihak Dinas Kesehatan Banyuasin, Dinas Lingkungan Hidup Banyuasin serta Dinas Perdagangan Kabupaten Banyuasin ditemukan adanya produksi Mie Suun yang dicampur dengan Kaporit dan Tawas.

Terlihat juga dalam penggerbekan itu Kapolsek Talang Kelapa Kompol Masnoni mendapati di salah satu adonan adanya kecoa yang ikut tercampur di dalam adonan untuk di buat mie itu.

Selain itu, bau busuk menyengat dari lokasi pembuatan yang dinilai pihak Dinas Kesehatan Banyuasin sangat tidak sehat.

Air yang digunakan dalam pembuatan mie yang diedarkan pada wilayah daerah Sumsel, sejak 25 tahun lalu ini telah banyak di konsumsi masyarakat.

“Kita temukan bahan dasar berbahaya dalam produksi Mie Suun ini, tempat pembuatan yang tidak steril dan ada juga kecoa di dalam adonannya”, ungkap Kapolsek Talang Kelapa Kompol Masnoni di lokasi penggerbekan.

Untuk itu, Masnoni juga mengatakan pihaknya saat ini akan menutup sementara dan memasang garis polisi di pabrik pembuatan Mie Suun yang bermerk Ayam Jago ini.

“Kita segel dan tutup dulu dan kita ambil sampel adonan dan mie-nya untuk pemeriksaan lebih lanjut, ” tegasnya

Sementara, Johan Arifin (65) yang mengaku sebagai pengawas dan pekerja di Pabrik Mie Cap Ayam Jago mengatakan bahwa pembuatan dalam produksinya memang menggunakan kaporit serta tawas. Dan air yang menggunakan air hujan yang di tampung.

“Seperti inilah pembuatannya, satu pekerja satu harinya 40 bal, biasanya daerah pemasaran di wilayah Kabupaten OI, Tanjung Raja. Kabupaten OKI, Kayu Agung, Kota Lubuk Linggau, dan Kota Batu Raja. Kalau di Palembang dan Banyuasin tidak”, ucapnya

Dirinya juga mengatakan, bahwa pemilik pabrik berada di kota Palembang berinisial Alpian dan tidak mengetahui dimana rumah bos pabrik tersebut.

Sementara itu, Kepala Seksi Farmasi Obat dan Makanan, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, Fahrudinsyah mengungkapkan bahwa hasil dari pemeriksaan kita Ijinnya diduga ilegal yang terdapat lebel bungkus mie-nya.

“Kemungkinan dugaan Ilegal Ijinnya, label ijinnya Palsu, dan kondisi mie ini sangat berbahaya kita di konsumsi”, singkatnya. (ktr-1)

Komentar

Berita Lainnya