oleh

Polri Masih Selidiki Motif Terpidana Tiongkok Mati Bunuh Diri

Sumeks.co – Kabar tewasnya narapidana (napi) asing asal Tiongkok Cai Changpan alias Cai Ji Fan alias Antoni menyisakan tanda tanya. Hingga saat ini pihak kepolisian belum dapat memastikan motif di balik tewasnya terpidana mati kasus narkoba yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang tersebut.

Bersamaan dengan kabar itu, beredar potongan video detik-detik penemuan jasad yang diduga Cai Changpan di sebuah gubuk beratap asbes di area pembakaran ban.

Dalam video tersebut, tampak sosok laki-laki mengenakan topi, kaus, dan celana lusuh dalam posisi berdiri yang tidak sempurna. Dua kakinya menekuk. Juga terdapat seutas tali yang melingkar di bagian leher.

Video itu menunjukkan area lokasi penemuan jasad berada di antara perbukitan dan rimbunan pohon bambu. Saat dilihat secara teliti, sekilas terlihat rentang tali tidak terpaut jauh antara leher dan kayu tambatan. Kira-kira hanya 1 meter. Jika laki-laki itu berdiri sempurna, rentang jarak tali tersebut sangat mungkin terlihat lebih pendek.

Pada Sabtu (17/10), Polda Metro Jaya mengonfirmasi penemuan jasad Cai Changpan di area pembakaran ban sekitar hutan Jasinga, Bogor. Jasad itu diklaim sebagai Cai Changpan, terpidana yang kabur dari Lapas Kelas I Tangerang pada 14 September lalu dengan cara menggali terowongan sepanjang 30 meter selama 8 bulan. Lubang itu tembus ke gorong-gorong luar lapas sisi kiri.

Kaburnya Cai Changpan melalui lubang terowongan itu mirip dengan cara kabur Andy Dufresne dalam film The Shawshank Redemption. Bedanya, Andy kabur tanpa diketahui siapa pun. Sementara itu, pelarian Cai Changpan diduga dibantu dua petugas Lapas Kelas I Tangerang. Polisi telah menetapkan dua petugas tersebut sebagai tersangka.

Direktur Eksekutif Indonesian Club Gigih Guntoro mengatakan, pihak kepolisian harus transparan dalam penemuan jasad pria yang diklaim mirip Cai Changpan. Polisi juga semestinya tidak sekadar melakukan otopsi. Tapi, harus melakukan tes DNA untuk memastikan bahwa jasad itu adalah Cai Changpan. ”Cai Changpan memiliki rekam jejak pelatihan militer,” ujarnya.

Gigih menyebut motif gantung diri sebagaimana klaim kepolisian harus diperjelas. Itu penting untuk menjawab spekulasi publik. ”Kenapa Cai Changpan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, padahal dia sudah bebas di luar?” terangnya. ”Dan perlu diingat, Cai Changpan ini bagian dari sindikat narkoba, mana mungkin jejaringnya tidak melindungi ketika sudah di luar?” imbuhnya.

BUNUH DIRI SETELAH BURON: Cai Changpan alias Cai Ji Fan (kanan). Gorong-gorong tempat Cai Changpan melarikan diri yang berada di samping Lapas Kelas I Tangerang (kiri). (LAPAS KELAS 1 TANGERANG FOR JAWA POS-RENDY SETIAWAN/TANGERANG EKSPRES)

Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkum HAM) Banten Andika Dwi Prasetya mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil otopsi jasad pria gantung diri yang diklaim mirip Cai Changpan. Meski belum menerima laporan resmi, dia meyakini bahwa pria itu adalah Cai Changpan. Sebab, kata dia, terdapat ciri fisik yang sama. Yakni, tato di bagian dada kanan dan kiri. ”Itu yang berdasar di lapangan menurut lapas, tatonya sama dengan yang didata. Tato di dada dan kanan kirinya sama dengan yang didata. Itu saja, kalau yang lain belum. Yang kita pastikan optopsi dulu,” ujarnya.

Andika akan berkoordinasi dengan keluarga dan Kedutaan Besar Tiongkok yang ada di Indonesia. Mengingat, Cai merupakan warga negara asing (WNA) Tiongkok. ”Ketetapan nanti mau dimakamkan ke mana, apakah dibawa ke negara asalnya atau anak istrinya di Tenjo situ. Itu nanti bagaimana kesepakatan keluarga, pihak kedutaan, dan lapas,” jelasnya.

Dia juga memastikan, meninggalnya Cai tidak akan menghentikan proses penyelidikan atas keterlibatan petugas lapas dalam kaburnya napi dengan vonis hukuman mati itu. Sejauh ini terdapat lima petugas lapas yang dianggap bertanggung jawab dalam pelarian Cai Changpan. Dua di antaranya yang berinisial S telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. ”Pengungkapan benar atau tidaknya dia terlibat nanti di persidangan pengadilan,” katanya.

Pelarian Cai Changpan dari lapas diwarnai sejumlah kejanggalan. Misalnya, dilihat dari beberapa temuan di lapangan. Salah satunya, tidak ada bekas galian terowongan yang terdeteksi pihak lapas selama sekitar delapan bulan. Bekas keramik yang dicopot Cai Changpan juga tidak diketahui petugas. Cai Changpan kabur saat dini hari dengan melewati rawa di tengah-tengah permukiman warga, bukan jalan umum.(jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya