oleh

Porsi Naik, Incar 69 Persen

JAKARTA – Kehadiran LG di segmen pasar AC inverter membuat pergerakan teknologi ini semakin diminati pasar. Dengan kemampuan efisiensi daya listrik yang baik dan cepat dingin, pada 2018 pasar AC inverter ini memiliki porsi 20 persen dari total volumenya. Atau kisaran 400 ribu unit. Di tahun awal teknologi ini diterapkan di Indonesia, porsinya hanya 4,4 persen (2016) dan tahun berikutnya 4,5 persen.

“Secara global permintaan AC inverter juga terus meningkat. Ttahun lalu mencapai 81 persen dan 2019 diperkirakan 92 persen. Di Indonesia pun sama, terus naik. Tahun ini diprediksi bisa mencapai 30 persen, tapi masih kalah dengan Thailand yang mencapai 60 persen,” ujar Dimas Anugra Raditya, Product Marketing RAC LG Electronics Indonesia,hari ini (10/1). Menurutnya, terus naiknya porsi inverter ini karena LG bermain di pasar low dan kapasitas pendingin lebih luas. Serta tingginya tingkat kesadaran masyarakat untuk beralih ke teknologi hemat energi.

“Awalnya inverter diperuntukkan untuk pasar mid-high.  LG kemudian pada 2017 masuk ke segmen low sehingga pasarnya bisa naik,” ungkapnya.

Kehadiran LG di segmen ini mampu meraih market share 18,3 persen. Kemudian tahun lalu mengukuhkan dominasi dengan 65,6 persen. “Tahun ini kami menargetkan bisa meraih market share 69 persen,” bebernya.

Untuk bisa meraih pangsa pasar tersebut, LG akhir tahun lalu mengenalkan AC LG Dual Cool with Watt Control. Selain mampu menghemat hingga 70 persen dibandingkan AC konvensional, produk tersebut juga memiliki fleksibilitas pengaturan daya listrik untuk pengoperasiannya melalui empat pilihan konsumsi (daya listrik) yakni 100 persen, 80 persen, 60 persen dan 40 persen.

“Pengembangan ini menyesuaikan dengan kondisi masyarakat, kapasitas listrik rumah yang terbatas,” imbuhnya.(rei)

Komentar

Baca Juga