oleh

Portal Akses Jalan Dan Peras Perusahaan, Mantan Kades Dibui

LAHAT – Harliansyah (45) warga Desa Tanjung Menang, Kecamatan Tanjung Tebat, Kabupaten Lahat, tertunduk lesu saat ditemui di Mapolres Lahat, Rabu (19/2).

Tersangka yang merupakan mantan Kades Tanjung Menang (2015-2019) ini berkas penyidikannya dinyatakan lengkap oleh pihak Kejaksaan Negeri Lahat. Mantan kades ini terjerat kasus pemortalan dan pemerasan terhadap perusahaan PT BUMA yang bergerak di bidang tambang galian C.

“Tersangka melakukan pemortalan sehingga aktivitas perusahaan terganggu. Padahal jalan tersebut sudah diganti rugi sebelumnya. Selain itu, mantan Kades ini juga meminta uang kompensasi kepada pihak perusahaan lantaran melewati jalan yang merupakan milik perusahaan tersebut,” ujar Kapolres Lahat AKBP Irwansyah S.Ik CLA MH didampingi Kasat Reskrim AKP Herry Yusman dan Kanit Pidum Ipda Chandra, Rabu (19/2) saat press release di Mapolres Lahat.

Dijelaskannya bahwa berkas penyidikan yang menjerat tersangka dinyatakan lengkap, 20 Januari 2020 lalu. Namun saat akan dilimpahkan tersangka tak berada ditempat. Setelah tiga kali dilakukan pemanggilan dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Setelah dilakukan pendekatan, tersangka akhirnya mau menyerahkan diri pada 7 Februari 2020 lalu.

Dijelaskannya bahwa aksi pemortalan dilakukan pada 23 juli 2019 lalu. Bersama warga Tersangka yang merupakan mantan kades memimpin penutupan jalan menggunakan kayu dan kertas putih bertuliskan ‘Maaf Jalan Ditutup Sementara’. Di jalan Deda Kedaton, Dusun IV Lekung Daun, Kecamatan Pagar Gunung, Lahat.  Kemudian meminta sejumlah uang sebesar Rp2,5 miliar dengqn dalih uang kompensansi.

Selanjutnya, tindakan tersangka dilaporkan ke unit Pidsus Satreskrim Polres Lahat. “Selain sudah digabti rugi, untuk uang kompensasi pada tahun 2018, perusahaan sudah memberikan Rp200juta, tapi 2019 ini meminta lagi dan tidak dituruti, sehingga tindakan tersangja dilaporkan ke polisi,” ungkapnya.

Sementara tersangka saat dimintai keterangannya mengaku, bahwa memang ada perjanjian antara dirinya dengan pihak perusahaan untuk memberikan uang kompensasi jalan. “Ada perjanjian,” uangnya juga untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya singkat, didampingi pengacaranya Rusdi SH.

Lanjut Kapolres lagi, bahwa akan mendalami kasus tersebut. Saar ini masih menetapkan satu tersangka atas nama Harliansyah atas kasus pemortalan dan pemerasan.”Karena sudah P21 jadi tersangka dan barang bukti segera kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Lahat untuk prosea hukum selanjutnya,” tegas Kapolres.(gti)

Komentar

Berita Lainnya