oleh

Positif Covid-19 Pangkalpinang Bertambah 5 Kasus

SUMEKS.CO-  Pangkalpinag-Jumlah positif Covid-19 di Kota Pangkalpinang nampaknya tak pernah habis. Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kota Pangkalpinang kembali melaporkan bahwa positif Covid-19 di Kota Pangkalpinang bertambah lima kasus, Jumat (11/9/2020).

Dengan tambahan ini, kini total positif Covid-19 di Ibukota Provinsi Bangka Belitung ini sudah tembus 95 kasus dengan rincian 76 pasien sembuh, 18 masih dalam perawatan dan satu pasien meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang sekaligus Wakil Ketua Tim Gugus Pencegahan Covid-19 Kota Pangkalpinang, dr Masagus M Hakim M Kes menyebut lima pasien tersebut yakni Ny. WL (34), An. JoCHP (14), An. MRHP (11), An. JeCHP (16) dan Tn. ES (55).

“Kelima pasien ini kategori kasus konfirmasi. Saat ini dua pasien sudah dikarantina di BKPSDM Provinsi Babel dan tiga pasien lainnya isolasi mandiri,” ungkap Hakim kepada Babel Pos.

Hakim menjelaskan, untuk Ny. WL yang tinggal di Jalan Stania Atas Kelurahan Taman Bunga Kecamatan Gerunggang terpapar dari suaminya, Tn. MW yang merupakan pasien konfirmasi di Palembang. Dia terpapar saat menemani sang suami yang dirawat di rumah sakit.

Sedangkan tiga orang anak JoCHP, MRHP dan JeCHP terpapar dari sang ayah, Tn. HP yang sebelumnya terlebih dahulu terkonfirmasi positif.

Saat ini, kata Hakim, ketiga anak tersebut menjalani isolasi mandiri dikediamannya di Jalan Fatmawati Kelurahan Gabek Satu Kecamatan Gabek yang tentunya dengan pengawasan puskesmas setempat.

“Sementara ES diketahui memiliki riwayat rapid test reaktif, dia ini warga Jalan H M Yamin Gang Bidar No 14 Medan Perjuangan, namun saat ini berdomisili di Jalan Ahmad Yani komplek lpka Kelurahan Batin Tikal Kecamatan Tamansari.” papar Hakim sembari menyebut ES menjalani karantina di BKPSDM Provinsi Babel.

Melihat kondisi kasus Covid-19 di Pangkalpinang yang terus bertambah, Hakim tidak bisa memprediksi kapan virus ini akan berakhir.

Bahkan dirinya memperkirakan jumlah kasus malah akan terus bertambah seiring lemahnya prlaksanaan protokol kesehatan Covid-19 yang diterapkan oleh masyarakat.

“Apalagi kita ini ibukota yang merupakan tempat lalu lalang baik penduduk dari semua kabupaten yang ada di Babel maupun dari luar Babel.

Dan kebanyakan pasien Covid-19 di Pangkalpinang ini adalah warga yang dari luar seperti sopir truk dari Jakarta yang mengangkut barang ke Bangka Barat, pas mau pulang kita rapid dan hasilnya reaktif, kemudian kita swab hasilnya positif.

Jadi yang positif ini bukan penduduk Pangkalpinang, tapi orang luar yang ke tangkap positif di Pangkalpinang,” tegas Hakim.

Namun saat disinggung apakah aktivitas dinas luar yang dilakukan para Aparatur Sipil Negara dan wakil rakyat yang ada di DPRD juga menjadi salah satu pemicu bertambahnya kasus Covid-19 di Pangkalpinang, Hakim tidak bisa menyimpulkannya.

“Kita tidak bisa menjustis seperti itu (pemicu Covid-19-red), karena itu kan selain dari ASN perjalanan dinas, tapi juga para orang-orang bisnis yang berbisnis keluar.

Jadi DL saya rasa tidak begitu dan kita juga kalau kepentingannya memang harus DL, ya bagaimana kan.

Komentar

Berita Lainnya